Rabu, 14 Oktober 2009

Preview Cloudy with a Chance of Meatballs


Cloudy with a Chance of Meatballs ( Sony Pictures Animation_2009 )

Sutradara : Phil Lord dan Chris Miller

Pengisi Suara : Bill Hader as Flint Lockwood
                           Anna Faris as Sam Sparks
                           James Caan as Tim Lockwood

Rilis =
• 18 September 2009 ( Amerika )
• 14 Oktober 2009 ( Di Bioskop – Bioskop Indonesia ) 

     Apa jadinya jika suatu hari, bumi terkena cuaca hujan burger, pancake, bakso, dll? Nyummy!! Enak bener deh. Pokoke makan apapun, gratis ampe kenyang, melebihi makan di All You Can Eat Resto deh. He3. XD. Tapi, apakah benar hujan makanan ini terus membawa berkah bagi manusia? Tema unik inilah yang menjadi landasan film Cloudy with a Chance of Meatballs ini.
     Ceritanya sederhana. Flint Lockwood adalah seorang pemuda jenius dan juga seorang penemu di sebuah kota kecil bernama Swallow Falls. Dia telah menciptakan berbagai penemuan yang sayangnya, semua penemuan tersebut merupakan penemuan gagal. Walaupun begitu, ia tak pernah menyerah walaupun dari hati kecilnya, dia merasa bahwa sang ayah tidak pernahbangga terhadap dirinya. Suatu ketika, Flint menemukan alat yang mengubah air menjadi makanan dan secara tak sengaja meluncur ke atas awan. Air yang terkandung di awan tersebut akhirnya berubah menjadi hamburger, pancake, hotdog, steak, dan lainnya sehingga ketika hujan tiba, maka yang ada bukannya hujan air, melainkan hujan makanan – makanan tersebut. Penduduk di Swallow Falls awalnya senang dan bangga dengan Flint karena mereka tak perlu repot lagi untuk mencari dan mendapatkan makanan di sekitar mereka. Flint pun juga dikagumi oleh seorang newscaster bernama Sam Spark yang meliput fenomena ini. Sayang, mesin ciptaan Flint itupun mulai rusak dan akhirnya mulai menyebabkan kekacauan di kota Swallow Falls tersebut. Merasa bertanggung jawab dengan hal tersebut, Flint, dibantu dengan Sam, dan monyet peliharaan Flint yang bernama Steve, maju untuk mengatasi masalah tersebut dan menyelamatkan Swallow Falls dari kekacauan dan kehancuran.
     Film computer graphic animation yang judulnya agak sulit dieja bagi yang baru pertama kali melihat judul filmnya ini diangkat dari sebuah buku anak – anak berjudul sama karangan Judi Barret yang di-ilustrasikan oleh Ron Barret dan buku ini cukup laris di pasaran. Buku ini beredar pada tahun 1978 dan melahirkan sebuah buku sekuel berjudul Pickles to Pittsburgh yang beredar pada tahun 2000 silam. 
     Film ini awalnya merupakan film yang kurang diperhatikan akibat jadwal edarnya yang tidak lazim, yaitu di bulan September, bulan dimana musim liburan sekolah telah usai. Apalagi, bujet pembuatan film ini yang memakan dana 100 juta US$ pun membuat orang – orang bertanya, apa gak kemahalan nih bujetnya untuk sebuah film yang kurang diperhitungkan? Akhirnya, film pun dirilis dan secara mengejutkan, film ini berhasil bertengger di nomor 1 Box Office Amerika dengan pendapatan selama 3 hari pemutarannya mencapai angka 30,3 juta US$. Untuk pemutaran minggu kedua dimana film ini harus melawan film besar Bruce Willis, Surrogates, faktanya adalah kemenangan bagi film Cloudy with a Chance of Meatballs ini dengan pendapatannya hanya turun sebesar 18% dan tanpa ampun langsung menenggelamkan The Surrogates di tangga Box Office. Sampai saat ini, film Cloudy ini berhasil mendaptakan pendapatan 100 Juta US$. 
     Film yang pengisi suaranya adalah bintang – bintang yang biasa – biasa saja, seperti misalnya Bill Hader, Anna Farris, serta Mr. T ini nyatanya mampu membius orang agar mau menonton film ini di bioskop. Rata – rata penilaian para kritikus di AS pun menilai positif film ini. Ditunjang juga dengan promosi trailer yang bagus serta ide cerita yang unik dan tentunya, tampilan makanan yang bisa menggugah selera dan bisa membuat anda menjadi lapar ini, menyebabkan film ini layak untuk ditonton dan layak juga untuk menjadi jawara Box Office Amerika. Ditambah dengan diputarnya film ini lewat format 3D, membuat semua orang penasaran dengan format 3D yang ditawarkan.
     So, untuk minggu ini, anda yang mencari film animasi yang menghibur, maka silakan anda pilih film ini. Yang pasti, film ini pas untuk semua genre umur, baik itu anak – anak, remaja, maupun dewasa. Jadi, jika anda ingin membawa pacar, atau membawa anak – anak, atau membawa teman – teman anda yang ingin mencari film ringan menghibur, maka film Cloudy with a Chance of Meatballs ini menjadi pilihan yang pas untuk anda tonton, asalkan, anda bisa menahan lapar saja selama menonton film ini akibat tampilan makanannya yang real jika anda menonton film ini dengan format 3D. He3. XD. Film ini akan ada dua versi, yaitu 2D dan 3D. Jika ingin melihat film rekomendasi lain di minggu ini, mungkin bisa saya sarankan film Inglorious Basterds yang nanti akan saya jadikan preview juga. Akhir kata, selamat menonton.

Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis



Sabtu, 10 Oktober 2009

Review The Ugly Truth


Review

The Ugly Truth ( Columbia Pictures_2009 )

Pemain : Katherine Heigl as Abby Ritcher
Gerard Butler as Mike Chadway

Sutradara : Robert Luketic

Rilis =
• 24 Juli 2009 ( Amerika )
• 3 Oktober 2009 ( Midnight Show Di Bioskop – Bioskop di Indonesia Indonesia )
• 7 Oktober 2009 ( Main di Bioskop – Bioskop Indonesia )

     Setelah hari rabu tanggal 17 Oktober kemarin anda telah membaca preview film The Ugly Truth di blog saya, maka anda sudah menontonnya belum sampai hari ini? Yang pasti, hari sabtu kemarin, akhirnya saya berkesempatan untuk menonton film ini bareng kakak dan teman – teman kakak saya. Lalu, bagaimana hasilnya?
     Sekilas, kita simak lagi synopsis ceritanya untuk sekedar mengingatkan anda. Abby Ritcher ( Heigl ) adalah adalah seorang produser acara pagi di TV yang smart, cantik, dan sexy. Sayang, dia kurang satu bakat dalam hidupnya, yaitu bakat untuk bisa menggaet pria agar bisa menjadi pacarnya. Sifatnya yang sangat perfeksionis dan selalu mengatur ini itu membuatnya disegani oleh semua pria yang pernah berkencan dengannya. Sampai suatu ketika, Abby harus bekerja sama dengan Mike Chadway ( Butler ), pria playboy dan matang serta mapan yang mengelola acara The Ugly Truth yang membahas tentang bagaimana caranya berhubungan antara pria dan wanita agar menjadi lebih baik dan bahagia lagi serta tips and trick nakal ala Mike Chadway supaya para wanita di luar sana bisa mengetahui segala hal tentang pria serta bagaimana cara wanita – wanita kesepian tersebut mendapatkan pria yang baik dan juga bagaimana caranya supaya pria bisa lebih intim lagi berkenalan dengan sang wanita pujaan hatinya. Hebohnya, acara Mike terkadang lebih ke arah menjual ke – MACHO – an cowok serta terkadang merendahkan wanita. Pantas saja hal ini membuat Abby rada emoh untuk bekerja sama dengan Mike. Sialnya, dengan kehadiran Mike sebagai bintang tamu di acara TV nya Abby, justru membuat rating acara TV buatannya itu menjadi naik drastis dan pihak studio menyukai hal tersebut. Tak hanya itu, masalah lainnya adalah Abby ternyata jatuh cinta dengan pria yang berprofesi sebagai seorang dokter yang merupakan tetangganya. Mike yang melihat peluang ini – pun langsung menantang Abby tentang teori masalah hubungan percintaan. Jika teori dan pengajaran Mike terbukti berhasil, maka Mike mau supaya Abby mau bersikap sedikit lebih baik dan lebih ko – operatif terhadap Mike sebagai rekan kerja di acara TV pagi tersebut. Tapi jika teori dan pengajaran Mike tidak ampuh buat Abby untuk mendapatkan cinta sang dokter itu, maka Mike harus mundur dari acara besutan Abby tersebut. Lalu bagaimana dengan ending cerita ini? Apa Mike bisa tahan untuk terus mengajari Abby tanpa menjadikannya pacar karena faktor kecantikan dan keseksian Abby?
     Cerita yang klise? Iya juga. Film ini berjalan klise dan membosankan? Iya dan TIDAK!! Iya untuk klise – nya, tapi TIDAK untuk membosankannya. Film justru berjalan lancar tanpa hambatan, tidak ada adegan yang sia – sia, dan juga BERHASIL untuk mempertahankan ritme filmnya yang terus ringan menghibur tanpa beban pikiran dan juga tetap bisa membikin kita para penonton tertawa terbahak – bahak dari awal sampai akhir film. Joke – joke yang dilemparkan di film ini, walaupun terkesan sex joke, vulgar, dan dewasa, tapi justru terkesan kocak dan lucu banget untuk ditertawakan. Jika anda memiliki hearing yang bagus untuk Bahasa Inggris, coba deh untuk memperhatikan kalimat – kalimat yang dilontarkan oleh Abby dan Mike di film ini, terkesan vulgar. Tapi hebatnya, tim subtitling untuk film ini berhasil untuk menterjemahkannya secara normal, tapi masih terkesan normal untuk ditertawakan. Tim sukses di belakang layar film ini, sutradara Robert Luketic yang ahli dalam genre film drama komedi romantis (resume filmnya antara lain Legally Blonde, Win a Date with Tad Hamilton, dll), serta sokongan penulis naskah Nicole Eastman, Karen McCullah Lutz, dan Kirsten Smith yang sudah berhasil meng – Golkan banyak proyek drama komedi romantis beken seperti 10 Things I Hate About You, Legally Blonde, She’s the Man, dll, benar – benar berhasil untuk membuat sebuah film drama komedi romantis yang ringan menghibur serta bisa membuat kita tertawa lepas dari awal sampai akhir film.
     Tapi, yang menjadi dalang sesungguhnya kesuksesan film ini adalah tentunya duet maut kedua aktor aktris utama film ini, yaitu Gerard Butler dan Katherine Heigl. Khusus untuk Gerard Butler, aktor scottish – british ini kembali bermain memukau di genre film yang baru bagi sang aktor ini. Melalui tokoh Mike Chadway ini, Gerard seakan – akan masuk banget dan benar- benar menjiwai tokoh Mike ini, playboy, sle’ngean, gila – gilaan serta over PD dan ganteng macho mapan. Gaya bicaranya yang over PD banget dalam hal mengetahui what women wants serta tengil dan terkesan liar, gerak jalan, bahasa tubuh, mimik muka playboy nya ini bener – bener pas banget bagi Gary ( sapaan akrab Gerard Butler di dunia nyata ). Ditunjang dengan permainannya yang alami serta wajah ganteng body mantap membuat tokoh Mike menjadi hidup banget. Lalu untuk Heigl? Wah, kayaknya memang Heigl sekali lagi berhasil mengukuhkan eksistensinya sebagai ratu film drama komedi romantis saat ini yang sebelumnya dipegang oleh Meg Ryan. Permainannya sebagai tokoh Abby yang cantik, sexy, dan smart tapi super pengatur dan perfeksionis ini benar – benar dilahap dengan pas oleh Heigl. Apalagi, di film ini, point plus Heigl dialamatkan pada adegan Heigl di restaurant yang seru, kocak, dan seksi, serta pada adegan dimana Abby selalu senang banget dalam satu hal sampai – sampai dia bergaya seperti anak kecil, melompat kesana kemari tak beraturan. Dan, setelah kedua aktor aktris ini berhasil berperan sebagai tokoh masing – masing, chemsitry mereka pun ternyata juga nge – blend banget dan pas sebagai sepasang manusia beda jenis kelamin yang awalnya mereka kurang bersahabat, tapi lambat laun menjadi jatuh cinta juga satu sama lain. Permainan mereka benar – benar kompak dan serasi banget sebagai sepasang rekan kerja dan juga sebagai sepasang kekasih.
     Overall, film ini sekali lagi bisa saya katakan KLISE dari segi ide cerita serta ritme ceritanya yang pasti deh sudah ketebak oleh para penonton dari awal – awal film. Tapi, dengan resep kesederhanaan, cerita yang kocak dan romantis serta mengalir lancar, para kru di belakang layar yang memang sudah berpengalaman di genre film seperti ini, serta tentunya, faktor chemistry yang blend banget antara kedua aktor – aktris utamanya inilah yang akhirnya membuat The Ugly Truth berhasil membuat semua orang terhibur dan tertawa terpingkal – pingkal dari awal sampai akhir film ( buktinya, 1 bioskop tertawa terus dari awal sampai akhir film ini, khususnya rombongan saya, kakak saya, dan juga teman – temannya. He3. XD ) serta merasa gemas dan terbius dengan romantisme kedua tokoh di film ini ( Abby dan Mike ), diterima oleh semua masyarakat sehingga tidak merasa rugi untuk menyaksikan film ini dan akhirnya berhasil mengantarkan The Ugly Truth menjadi film yang sukses secara komersil ( $88,440,877 untuk pasar AS dan $16,712,190 untuk pasar internasional sehingga total pendapatan secara worldwide adalah $105,153,067 ). Film ini dengan cerdik pula berhasil membidik semua kalangan dalam status hubungan, baik itu yang lagi jomblo dan juga bagi mereka – mereka yang sedang pacaran, entah itu wanita ataupun pria. Harap diingat, mungkin sebaiknya film ini ditonton untuk kalangan minimal berumur 17 tahun akibat joke – joke dan beberapa adegannya yang terkesan sexy banget. He3. XD. Overall, good movies with great laugh, good romantic scene, and great actor and actress. Good job team. He3. XD.


Point :
Cerita      = 5 / 10
Pemeran = 8 / 10
Kriteria khusus :
Komedi    = 8 / 10
Unsur Hiburan = 7 /10
Total = 7 / 10


Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis

Selasa, 06 Oktober 2009

Preview The Ugly truth


Preview

The Ugly Truth ( Columbia Pictures_2009 )

Pemain : Katherine Heigl as Abby Ritcher
                 Gerard Butler as Mike Chadway

Sutradara : Robert Luketic

Rilis =
• 24 Juli 2009 ( Amerika )
• 3 Oktober 2009 ( Midnight Show Di Bioskop – Bioskop di Indonesia Indonesia )
• 7 Oktober 2009 ( Main di Bioskop – Bioskop Indonesia )

     Apa jadinya jika 2 manusia yang menyandang status tersendiri di dunia film beradu acting dalam 1 film? Hal ini pernah terjadi sebelumnya, yaitu di film action seru Mr and Mrs Smith. Yap. 2 orang beda jenis kelamin yang dianugerahi sebagai the sexiest man and the sexiest woman in the world, Brad Pitt dan Angelina Jolie, dipertemukan oleh sutradara Doug Liman di film action yang menjadi hit saat itu. Memang, lewat film ini, membuat Brad Pitt akhirnya jatuh cintrong dengan Angelina dan menceraikan Jeniffer Aniston yang saat itu masih menjadi istrinya. Tapi justru secara hasil Box Office, film Mr and Mrs Smith ini laku keras secara financial. Hasil pendapatan 478 Juta US$ untuk peredaran secara keseluruhan menjadi bukti nyata kesuksesan film action yang satu ini. Tak Cuma akibat pemberitaan gossip gila – gilaan saja yang membuat film ini akhirnya sukses berat dimana – mana, tapi juga lewat kualitas filmnya yang seru tapi juga lucu dan menghibur serta tentunya, CHEMISTRY YANG PAS yang ditampilkan oleh kedua bintang utama film ini. Brad dan Angelina pun dinilai pas banget oleh penonton dan kritikus film sebagai sepasang suami istri yang ternyata merupakan sepasang pembunuh bayaran handal untuk masing – masing agensi; sama – sama seksi, konyol, lucu, tapi juga sama – sama handal dalam beradegan action dan tentunya, beradegan mesra layaknya pasangan suami istri. 
     Nah, tahun ini, 2 selebritis beda gelar, yaitu Ratu Film – Film Drama Komedi Romantis dan Pria ter – MACHO di Muka Bumi ini, dikawinkan dalam satu film bergenre drama komedi romantis di bawah arahan sutradara spesialis genre drama komedi romantis. Yap Yap Yap. Benar sekali. Katherine Heigl dan Gerard Butler dipertemukan oleh sutradara Robert Luketic dalam film The Ugly Truth yang menjadi sleeper hit di summer tahun ini.
     Ceritanya ringan menghibur saja. Abby Ritcher ( Heigl ) adalah adalah seorang produser acara pagi di TV yang smart, cantik, dan sexy. Sayang, dia kurang satu bakat dalam hidupnya, yaitu bakat untuk bisa menggaet pria agar bisa menjadi pacarnya. Sampai suatu ketika, Abby harus bekerja sama dengan Mike Chadway ( Butler ), pria playboy dan matang serta mapan yang mengelola acara The Ugly Truth yang lebih ke arah menjual ke – MACHO – an cowok serta terkadang merendahkan wanita. Pantas saja hal ini membuat Abby rada emoh untuk bekerja sama dengan Mike. Sialnya, dengan kehadiran Mike sebagai bintang tamu di acara TV nya Abby, justru membuat rating acara TV buatannya itu menjadi naik drastis dan pihak studio menyukai hal tersebut. Tak hanya itu, masalah lainnya adalah Abby ternyata jatuh cinta dengan pria yang berprofesi sebagai seorang dokter yang merupakan tetangganya. Mike yang melihat peluang ini – pun langsung menantang Abby tentang teori masalah hubungan percintaan. Jika teori dan pengajaran Mike terbukti berhasil, maka Mike mau untuk menjadi penasihat Abby untuk mendapatkan dan mempertahankan hubungan cinta Abby dengan sang dokter tersebut. Tapi jika teori dan pengajaran Mike tidak ampuh buat Abby untuk mendapatkan cinta sang dokter itu, maka Mike harus mundur dari acara besutan Abby tersebut. Lalu bagaimana dengan ending cerita ini? Apa Mike bisa tahan untuk terus mengajari Abby tanpa menjadikannya pacar karena faktor kecantikan dan keseksian Abby? Well, kayaknya penonton sudah bisa menerka – nerka akhir film ini deh. He3. XD.
     Ceritanya sekilas klise dan hampir – hampir mirip dengan film – film drama komedi romantis lainnya, misalnya How to Loose a Guy in 10 Days. Tapi tak perlu khawatir. Dengan berbekal amunisi seperti aktris Katherine Heigl yang dicap sebagai ratu film – film drama komedi romantis, Luketic yang ahli dalam genre film drama komedi romantis (resume filmnya antara lain Legally Blonde, Win a Date with Tad Hamilton, dll), serta sokongan penulis naskah Nicole Eastman, Karen McCullah Lutz, dan Kirsten Smith yang sudah berhasil meng – Golkan banyak proyek drama komedi romantis beken seperti 10 Things I Hate About You, Legally Blonde, She’s the Man, dll, membuat film ini cukup untuk diperhitungkan sebagai film yang cukup OK untuk ditonton. Amunisi terampuhnya untuk menarik kaum hawa adalah hadirnya bintang macho Gerard Butler. Aktor yang merupakan saingan Jason Statham dalam hal macho ini memang terkenal sebagai actor yang mau mencoba berbagai genre film. Sebut saja adu aktingnya dengan aktris Hillary Swank lewat film romantis yang cukup menguras emosi dan air mata para wanita berjudul P.S. I Love You; film gangster blo’on arahan sutradara nyentrik Inggris, Guy Ritchie, berjudul Rock ‘n Rolla, dan tentunya adalah lewat film paling keras dan paling stylish dalam sejarah perfilman epik battle jaman kuno yaitu 300, dimana Butler berperan sebagai Leonidas, raja Sparta yang tak kenal takut dan tak kenal putus asa untuk menggebuk para prajurit Persia guna melindungi Sparta serta tentunya memamerkan perut six pack badan tegap untuk membius kaum hawa dan membuat iri kaum adam. Dalam film The Ugly Truth ini, Butler ditantang agar bisa mengocok perut penonton tapi juga sekaligus menarik hati para penonton wanita serta tentunya mengimbangi permainan menggemaskan dan menciptakan chemistry yang pas dengan aktris cantik yang laku lewat film Knocked Up dan 27 Dresses serta serial TV Grey’s Anatomy, Katherine Heigl.
     Kelihatannya, dengan kelengkapan yang ada di film ini, film ini bisa untuk menjadi hit di Indonesia. Di Amerika, film ini terbukti menjadi sleeper hit di tengah gempuran film – film summer yang megah, wah, full special effect, seru, serta tentunya berbiaya lebih mahal ketimbang ongkos produksi film ini. Dengan resep kesederhanaan, menghibur penonton pria dan wanita, serta chemistry yang kuat dari kedua bintang utamanya, membuat film ini laku keras di AS sana. Kekurangan film ini saya nilai ada dua. Selain dari sector cerita yang biasa saja, factor lainnya adalah film ini terlalu lama masuk ke Indonesia. Setelah saya cek ke berbagai sumber, film The Ugly Truth ini akan dilepas DVD originalnya pada tanggal 10 November 2009. Hal ini bisa mengakibatkan penonton jadi malas nonton ke bioskop dan lebih memilih membeli DVD nya karena DVD nya sudah pasti merupakan copy – an dari DVD original. Jika anda bisa mengesampingkan hal itu dan lebih memilih untuk menonton film ini di bioskop, maka saya rasa hal itu tidak menjadi kekurangn berarti bagi film ini. Yang pasti, pilihan film di minggu ini yang cukup layak untuk anda tonton di minggu ini ( minggu ke 2 bulan Oktober 2009 ini ) adalah The Ugly Truth serta film action thriller misteri Whiteout. Pilihannya tinggal di tangan anda. Jika anda mau mengajak pacar anda untuk menonton film drama komedi romantis, film The Ugly Truth menjadi pilihan yang pas bagi anda untuk menyenangkan hati si dia. Jika anda ingin menonton film ringan menghibur bareng sahabat – sahabat anda, film The Ugly Truth ini juga pas bagi anda sekalian. Akhir kata, selamat menonton. ;).


Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis




Michael Bay Tancep Gas untuk Buat Transformers 3!!!!

     Anda penggemar film seru Transformers 1 dan 2? Film adu gebuk dan baku tembak robot - robot Cybertron yang nyasar ke bumi ini akan siap untuk menggebrak dunia lagi pada 1 Juli 2011. Setelah sebelumnya Michael Bay memberitahu bahwa Transformers 3 bakal dirilis 4 Juli 2012 karena dia kecape'an untuk membuat Transformers 1 dan 2 secara marathon, akhirnya telah dikonfirmasi bahwa Bay siap untuk merilis Transformers 3   1 tahun lebih cepat dari rencana semula.

     Berdasarkan tulisan di web nya ( http://www.michaelbay.com/newsblog/files/a2bd79bb4c222b807e27707aaf1497e6-570.html ), Michael Bay meralat tanggal rilis Transformers 3 dan langsung cabut kerja keras untuk mewujudkan proyek film seru ini. Tanpa banyak waktu, dia langsung mengadakan meeting dengan ILM (Industrial Light & Magic), perusahaan spesial efek yang bertugas untuk menangani urusan visual efek film Transformers 1 dan 2 selama 5 jam untuk membicarakan kemungkinan - kemungkinan spesial efek yang akan ditampilkan di Transformers 3. Kelar dengan meeting 5 jam yang melelahkan tersebut, Bay langsung cabut bersama penulis naskah Ehren Kruger ( penulis naskah Transformers 2 ) ke markas Hasbro untuk membicarakan kemungkinan - kemungkinan tokoh - tokoh baru dari fraksi Decepticon dan Autobots untuk dihadirkan di Transformers 3. Kalo Robert Orci dan Alex Kurtzman jadi untuk direkrut lagi di film Transformers 3, maka hampir 90% robot - robot yang hadir di Transformers 3 salah satunya adalah robot kejam dan gede banget bernama Unicorn serta kemungkinan munculnya triple changer robot ( robot yang bisa berubah menjadi 3 bentuk ) karena kedua ide itu adalah ide kedua penulis naskah tersebut.

     Bagaimana dengan Megan Fox? Bay seperti yang sudah kita tahu, memang lagi perang statement di media - media masa akhir - akhir ini. Tapi, Bay tidak ambil pusing dengan perang statement itu dan ( kemungkinan ) tetap akan memberikan peran Mikaela Banes ke tangan Megan Fox.

    Wadudududududududuh. Ini bener - bener berita yang menggembirakan sekaligus mencemaskan bagi saya. Gembira, karena film Transformers 3 akhirnya maju setahun lebih awal dari perkiraan semula, sehingga saya bisa kembali melihat para robot adu gebuk dan baku tembak gila - gilaan dan memang sudah saya nanti - nantikan film Transformers 3, walaupun film Transformers 2 kualitasnya amburadul bin ecepelekedut. Mencemaskan, karena Transformers 2 aja dengan jeda waktu sedeket itu ( Transformers 1 dan 2 jeda waktunya hanya 2 tahun, sama seperti Transformers 2 ke 3 ini lagi ), hasil filmnya ancur amburadul bin ecepelekedut. Memang adu gebuk, baku tembak, ledak - ledakan super keras, dan makin banyaknya jumlah robot yang nongol, membuat film ini jadi makin gila - gilaan dan seru, tapi kualitasnya justru jadi melempem dibanding Transformers 1. Yah, semoga aja, Transformers 3 kualitas ceritanya bisa membaik lagi ketimbang Transformers 2. Jika bobot cerita dan action serta spesial efeknya nambah dan jadi sama - sama baik, pasti, Transformers 3 jadi film yang OK lagi seperti Transformers 1. Tentang megan Fox? No Comment. Yang penting, Megan ama Shia LaBeouf harus balik lagi jadi Mikaela dan Sam Witwicky karena image mereka memang sudah melekat dengan kedua karakter tersebut. Agent Simmons yang blo'on? Boleh juga balik lagi. He3. XD.

     Yang pasti, apapun tanggapan saya ini, saya yakin, film Transformers 3 tetep bakal ditunggu semua orang kehadirannya. Entah dengan cerita yang memikat ataupun tidak, tapi yang penting, orang bisa kembali melihat pertempuran kedua fraksi robot gila dan edan tapi manusiawi ini. Mereka bisa melihat lagi para robot saling adu jotos, baku tembak super seru, saling ledak - meledaki satu sama lain, serta bisa merasa terhibur lagi melihat sajian spesial efek dan action super seru. Tapi ada kecurigaan nih. kayaknya Michael Bay sengaja nih kejar setoran coz memang proyek - proyek filmnya sedang penuh - penuhnya, apalagi proyek film duo polisi tengil Miami PD, Bad Boys 3, telah siap diproduksi lagi. Mungkin sambil nunggu kejelasan Will Smith, Martin Lawrence, dan Jerry Bruckheimer untuk bergabung  lagi di proyek film polisi super seru itu, Bay langsung tancep gas aja untuk membuat Transformers 3 daripada nganggur. Jadi, begitu Transformers 3 udah rilis, dia bisa langsung produksi Bad Boys 3 karena sudah ada jeda waktu dan kemungkinan besar, semua pentolan seri Bad Boys ( Smith, Lawrence, dan Jerry ) udah siap untuk produksi lagi Bad Boys 3. Well, that's look like a cool idea bro. He3. XD.

     So, seperti kalimat favorit kedua fraksi di Transformers :

                  Autobots : Autobots, ROLL OUT!!!

                  Decepticon : Decepticon ATTACK!!!

     Kita tunggu kehadiran film pertempuran robot - robot di Transformers 3 ini. PASTI!!!! ;).

Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis

Sabtu, 26 September 2009

Preview Surrogates


Preview
Surrogates ( Touchstone Pictures_2009 )

Pemain :
  Bruce Willis as Agent Greer
  Radha Mitchell as Agent Peters
  Rosamund Pike as Maggie Greer
  Ving Rhames as The Prophet

Sutradara : Jonathan Mostow

Rilis :
• 25 September 2009 ( Amerika )
• 26 September 2009 ( Midnight Show Di Bioskop – Bioskop di Indonesia )
• 30 September 2009 ( Di Bioskop – Bioskop di Indonesia )

     Bruce Willis adalah actor spesialis genre film - film action yang walaupun sudah memasuki usia 55 tahun, tapi masih tampil macho dan garang di setiap film – film action yang dibintanginya. Berkat film Die Hard lah, akhirnya Bruce angkat nama sebagai actor yang selalu tampil prima dalam setiap film – film actionnya serta image polisi nakal tapi tangguh melekat erat pada dirinya. Tak hanya mau bermain dalam film – film action saja, actor yang merupakan mantan suami dari wanita sexy Demi Moore inipun mau tampil dalam film bergenre apapun, mulai dari drama romantis ( A Story of Us bareng Michelle Pfeiffer ), komedi anak – anak ( mengisi suara karakter bayi di film Look Who’s Talking dan Look Who’s Talking Too ), drama thriller psikologis ( 12 Monkeys bareng actor ganteng Brad Pitt ), sampai pada drama erotic crime murahan ( Color of Night bareng artis panas Jane March ). Setiap tahun, actor yang pernah memiliki salah satu cafĂ© terkeren di dunia, Planet Hollywood bareng sohib – sohibnya, yaitu Arnold Schwarzenegger dan Sylvester Stallone ini pun seperti tak pernah kehabisan job dalam dunia film. Setidaknya, dalam 1 tahun, Bruce memiliki 1 project film dalam agendanya, entah itu sebagai produser ataupun sebagai actor maupun sebagai cameo semata saja. Walaupun tidak semua filmnya Box Office dan nge – hit di Amerika, minimal film – filmnya bisa menjadi hit secara internasional akibat banyaknya fans Bruce di seluruh dunia. Setelah 2 tahun lalu Bruce dengan gemilang berhasil menghibur dan melepaskan dahaga para fans film Die Hard lewat Live Free or Die Hard ( di beberapa negara, film ini berjudul Die Hard 4.0 ), maka tahun ini, Bruce kembali ke habitat genre film favorit semua orang, yaitu action, dengan film berjudul Surrogates.
     Ceritanya bersetting di tahun 2017, dimana manusia sudah beinteraksi dengan sesama manusia lewat sebuah android berinisial Surrogate yang dikendalikan oleh manusia di tempat tinggal mereka masing – masing. Manusia bisa merasakan dan melihat apa saja yang dirasakan dan dilihat oleh Surrogate tersebut. Suatu ketika, terjadi pembunuhan 2 buah Surrogate yang otomatis menewasan kedua manusia pemegang kendali Surrogate tersebut. Agent FBI Harvey Greer ( Bruce Willis ) dan partnernya, Agent Peters ( Rada Mitchell ) pun ditunjuk oleh FBI untuk menangani kasus ini, untuk mencari tahu siapa pembunuh kedua Surrogate tersebut dan mencari tahu motif si pelaku. Invesigasi pun dimulai dan ketika hampir menangkap sang pelaku, Surrogate Agent Greer terluka parah dan menyebabkan kehancuran pada Surrogate nya itu, walaupun nyawanya sendiri selamat Mau tak mau, Agent Greer pun mesti melakukan investigasi dengan badannya sendiri tanpa menggunakan Surrogate dan dia pun berpacu dengan waktu untuk menangkap si pelaku yang terkenal licin dan pintar ini, sebelum lebih banyak lagi jatuh korban Surrogate – Surrogate yang lainnya. Sebenarnya, siapa sih pelaku kejahatan ini dan apa motif yang melatarbelakangi si pelaku sehingga dia nekad untuk membunuhi Surrogate – Surrogate yang ada? Jawabannya ya harus nonton film ini. He3. XD.
     Film yang diangkat dari mini komik berjumlah 5 volume yang cukup digemari di Amerika sana ini serta memiliki 1 pekuel dalam bentuk Graphic Novel berjudul Surrogates : Flesh and Bone ini cukup dinanti oeh banyak pecinta film action futuristik. Ide cerita yang cukup menarik ( walaupun kurang orisinil karena ide ceritaya agak mirip dengan film Blade Runner di tahun 1982 dulu ) serta didukung dengan factor Bruce Willis sebagai pemeran film ini sudah cukup sebagai magnet penarik bagi para pecinta film. Apalagi, sutradara Jonathan Mostow terkenal piawai dalam menghibur penonton penggemar genre film action futuristic lewat film The Terminator : Rise of the Machine tempo hari. Film ini nantinya akan menjanjikan adegan action yang cukup seru serta thrilling. Di sisi lain, jadwal edar yang diletakkan di bulan agak sepi bisa menjadi pisau bermata dua bagi film ini. Sisi positifnya, film ini bisa meraup hasil Box Office yang besar tanpa pesaing berarti di minggu film ini beredar. Sisi negatifnya justru sebaliknya, bisa membuat film ini mendapat hasil Box Office yang” kurang” dibanding dengan film – film yang beredar di musim liburan. Tapi di luar itu semua, saya tetap percaya bahwa film ini pasti akan menjadi Box Office Hit ketika beredar di pasaran dan juga tentunya akan menghibur penonton yang menyaksikan film ini, khususnya para fans Bruce Willis sembari menunggu kepastian jadi dibuatnya Die Hard 5 nanti ( karena menurut kabar, Bruce bersedia kembali untuk memerankan tokoh polisi nakal, nekad, slenge’an, tapi tangguh dan susah mati seperti kecoak bernama John McClane di Die Hard 5 jika sutradara Live Free or Die Hard, Len Wiseman, bersedia untuk kembali menyutradarai film Die Hard 5 nanti ). PASTI !

Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis







Rabu, 16 September 2009

Map IP Address
Powered byIP2Location.com

Preview 4bia 2 / 5Bia / Phobia 2


Preview 
4Bia 2 / 5Bia / Phobia 2

Pemain : “Dan” Worawech Danuwong as A Sick Guy in the Hospital
  Marsha Wattanapanich as Actress
  Charlie Trairat as The Misterious Condectour

Sutradara : 
• Songyos Sugmakanan
• Parkpoom Wongpoom
• Banjong Pisanthanakun
• Paween Purikijpanya
• Visute Poolvoralaks

Rilis :
• 9 September 2009 / 09 – 09 – 09 ( Thailand )
• 16 September 2009 ( Edar Di Bioskop Blitz Megaplex Indonesia ) 

     Perfilman Horror Thailang mulai booming sejak kehadiran film The Eye garapan duo sutradara muda Thailand, yaitu Pang Brothers. Lalu, booming lagi film horror lainnya yang tak kalah seru dan tak kalah menyeramkan serta menggetarkan, yaitu Shutter arahan duo ( lagi ) sutradara asal Thailand muda, yaitu Parkpoom Wongpoom dan Banjong Pisanthanakun. Tak disangka, film ini sukses luar biasa dan secara tak langsung, lewat film inilah akhirnya mereka berdua dikenal sebagai sutradara jenius horror Thailand serta karya – karya mereka selanjutnya pun cukup ditunggu – tunggu. 2 tahun berselang, muncul karya mereka yang lain yang berjudul Alone yang tak kalah seru dengan Shutter. Lalu, pada tahun lalu, mereka kembali menyapa para peggemar film horror Thailand lewat film 4Bia. Tak hanya mereka berdua saja yang menyutradarainya, tapi juga mereka bekerja keroyokan dengan 2 sutradara horror Thailand lainnya, yaitu Songyos Sugmakanan dan Paween Purikijpanya sehingga menghasilkan sebuah film dengan 4 cerita horror yang seru dan juga tegang serta masing – masing cerita punya benang merah tersendiri. Film ini pun sukses berat di Thailand, selain tentunya juga menjadi favorit di Indonesia sendiri. Tahun ini, tanpa ba bi bu lagi, muncul sekuelnya yang berjudul 4Bia 2 atau 5Bia atau Phobia 2. 
     Kalo dalam 4Bia kemarin terdapat 4 cerita yang secara sekilas memiliki tali hubungan antar ceritanya, maka kali ini akan menghadirkan 5 cerita horror dengan tema yang beragam dan tentunya tetap bisa membuat bulu kuduk anda berdiri lagi. Makanya, dia Thailand sana, film ini juga ditulis dengan judul 5Bia akibat terdapat 5 cerita horror di dalamnya. Ke 5 cerita itu adalah : 
1.   Ward yang dibintangi penyanyi terkenal Thailand “Dan” Worawech Danuwong dan disutradarai oleh produser veteran Visute Poolvoralaks. Film ini bercerita tentang seorang pemuda yang sedang mengalami kecelakaan dan menderita patah tulang di kedua kakinya. Rencananya, dia akan mendapat ruang perawatan VIP di sebuah RS di Thailand. Sayangnya, VIP nya penuh sehingga ia harus berbagi kamar dengan seorang kakek yang sudah sekarat dalam waktu yang lama. Tadinya, semuanya berjalan normal, tapi lama kelamaan sang pemuda pun mendapat teror dari seorang hantu. Lalu timbul kecurigaan di benak pemuda itu, apa benar kakek yang disampingnya itu masih hidup atau sudah meninggal? Lalu, kenapa dia yang diganggu oleh hantu selama dia ada di RS? Pemuda itu-pun mau tak mau harus menyingkirkan rasa takutnya dan mencari jawaban atas semua misteri yang menimpanya.

2.   In The End karya sutradara Banjong Pisanthanakun yang kembali menjadi ajang reuni dengan aktris Marsha Wattanapanich yang dulu menjadi bintang utama di film "Alone" hasil karya duetnya dengan Parkpoom Wongpoom. Ceritanya simple. Kru film horror sedang mengerjakan film horror baru. Tapi sayangnya, pemeran hantu di film itu tiba – tiba sakit parah dan harus segera dilarikan ke RS terdekat. Tak lama, syuting pun kembali dilanjutkan karena ternyata sang pemeran hantu pun sudah sehat dan siap untuk melakukan syuting lagi. Tapi, lama kelamaan, syuting berjalan makin tidak beres dan para crew serta sang aktris utama ( Marsha Wattanapanich ) pun merasa ada yang aneh dengan sang pemeran hantu. Lalu, mereka akhirnya mendapat kenyataan mengejutkan tentang sang pemeran hantu. Bagaimana semua hal aneh itu akhirnya bisa dituntaskan?

3.   Backpackers garapan sutradara Songyos Sugmakanan yang dalam segmen ini kembali mengajak kerjasama aktor cilik "Dorm" yang sekarang sudah menginjak usia remaja, Charlie Trairat. Kali ini, dari trailernya, kelihatannya akan lebih bergenre ke arah film zombie survival. Berkisah tentang seorang asisten driver truk kontainer ( Charlie ) dan juga sang driver kontainernya yang di tengah jalan menolong 2 remaja backpacker untuk sampai ke Bangkok. Di tengah perjalanan, mereka merasa ada yang ganjil dengan muatan yang ada di truk itu. Berhenti sebentar sambil memeriksa muatan dari truk itu, akhirnya mereka sadar bahwa ternyata truk tersebut membawa tumpukan mayat yang bergelimpangan dan saling tumpuk. Mereka pun mengeluarkan mayat – mayat tersebut dan secara mengejutkan, mayat – mayat tersebut mulai bergerak hidup dan berusaha untuk memakan mereka semua yang masih hidup. 2 orang backpackers, sang driver dan si co driver itupun akhirnya berusaha untuk bertahan hidup dan menghindari gigitan dari mayat hidup tersebut. Bagaimana ending dari kisah ini? Apakah mereka semua akan selamat? Dari mana asal mayat – mayat tersebut?

4.   Novice merupakan film karya sutradara Paween Purikijpanya. Bercerita tentang seorang anak muda yang dikirim oleh keluarganya ke sebuah tempat pertapaan khusus untuk Biksu karena sang anak tersebut telah melakukan sebuah kesalahan fatal dalam hidupnya. Sang keluarga berencana untuk menyembunyikan sang anak sampai keadaan di sekitarnya tenang kembali. Tapi ternyata, kesalahan fatal yang diperbuat oleh sang anak pun tidak bisa diselesaikan begitu saja, karena ada makhluk halus yang menginginkan si anak tersebut mati. Sebenarnya, apa kesalahan fatal yang telah diperbuat sang anak? Lalu, apakah setiap kesalahan fatal yang kita perbuat bisa diampuni oleh orang yang merasakan akibat dari kesalahan kita itu? Jawabannya ada di seri yang satu ini.

5.   Salvage merupakan karya sutradara Parkpoom Wongpoom. Berkisah tentang seorang penjual mobil yang di satu hari mendapati sebuah mobil yang ternyata ganjil. Memang, ketika kita membeli sebuah mobil bekas, kita tidak akan tahu mengenai masa lalu mobil itu. Lalu, bagaimana jadinya jika ternyata mobil bekas yang kita beli itu merupakan mobil bekas yang memiliki nilai kecelakaan tragis dan juga masih tidak dilepaskan oleh arwah korban kecelakaan mobil tersebut? Lalu, bagaimana dengan nasib sang penjual mobil bekas tersebut?
     Kalau yang di 4Bia terdapat 4 cerita yang jika anda jeli melihatnya, ke 4 cerita di film itu memiliki benang merah, sehingga bisa terkait antara 1 cerita dengan cerita yang lain, maka di Phobia 2, akan ada 5 cerita dengan 5 tema yang berbeda. Tak diketahui apa benang merah antar cerita, tapi yang pasti, 4 tokoh sekawan blo’on dari 4Bia pertama cerita yang ke 3 ( berjudul In The Middle ), kembali hadir di Phobia 2 ini dengan menjadi kru film horror di cerita In The End. Dari segi trailer, film ini sebenarnya tetap menjanjikan sebuah film horror antology yang saling bersambung dan menawarkan jenis horror yang berbeda – beda, baik itu horror psikologis, horror hantu, sampai dengan horror zombie survival. Di sisi lain, saya kok kayaknya melihat Phobia 2 ini kayaknya kurang se – kreatif yang 4Bia pertama ya, tidak seperti 4Bia pertama dimana cerita pertamanya yang berjudul Happiness bisa membangun kengerian dan ketakutan penonton tanpa perlu adanya dialog, hanya dengan menggunakan SMS HP saja. Tapi apapun ke – khawatiran saya terhadap film ini, saya tetap penasaran dengan Phobia ke 2 ini. Apalagi, dengan sutradara – sutradara yang sudah teruji kualitas horrornya serta faktor film 4Bia pertama yang sudah sukses serta membekas di hati penonton, dijamin, penonton tetap akan menonton film Phobia 2 ini. Semoga, filmnya tetap bagus, tegang, menyeramkan, dan tetap asyik untuk disaksikan. SEMOGA!!!.


Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis