Selasa, 20 April 2010

Bulan Mei Summer Movies 2010

Summer Movies 2010

Akhirnya, sampai juga kita di pertengahan tahun 2010. Seperti biasa, pertengahan tahun berarti adalah saatnya kita untuk menonton film – film seru yang tiada henti setiap minggunya di bioskop – bioskop kesayangan kita.

Yap. Pada bulan Mei sampai dengan Agustus, Amerika merayakan Musim Panas. Di musim ini, masyarakat Amerika mengalami libur panjang, mulai dari Mei sampai dengan Agustus. Para produsen film Amerika yang jeli melihat peluang ini biasanya melempar film – film andalan mereka di musim libur panjang yang terkenal dengan hawa panasnya ini. Dan terbukti, film – film andalan mereka pun bisa sukses luar biasa jika diedarkan di musim ini.

Tapi tentunya, bukan tanpa saingan yang berat agar bisa sukses di Musim Panas ini. Tak jarang, film yang tadinya diramalkan akan mendapat kesuksesan di Musim Panas, ternyata gagal akibat kalah saingan dengan film lain yang beredar pada tanggal yang sama. Oleh sebab itu, dibutuhkan perencanaan tanggal yang matang untuk merilis film di Musim Panas. Tak jarang, para produser film Hollywood malah sudah membooking tanggal edar film mereka di Musim Panas sejak 1, 2 ataupun bisa juga 3 tahun sebelum filmnya beredar. Hal ini dilakukan untuk mengamankan film mereka dari persaingan film – film lain.

Itulah sekilas tentang Summer Movies. Setelah tahun lalu publik sangat menanti – nanti kehadiran film Transformers 2 : Revenge of the Fallen ( walaupun kualitas filmnya akhirnya ternyata hancur amburadul. He3. XD ); maka tahun ini, film yang menjadi jagoan adalah Iron Man 2. Yap, film yang diangkat dari tokoh Marvel ini benar – benar sangat dinanti kehadirannya. Tak tanggung – tanggung, film ini hadir sebagai pembuka parade Summer Movies tahun ini, dan sekedar info, bagi kita yang berada di Asia, film ini akan main serentak di banyak negara Asia, 1 MINGGU SEBELUM FILMNYA RILIS DI AS. Yes!!!! Manfaatkan kesempatan ini agar anda bisa menonton film ini terlebih dahulu dan bisa nyombong kepada teman – teman anda di Amerika. He3. XD. Parade Summer Movie tahun ini ditutup dengan film horror monster berjudul Piranha 3D yang akan mengoyak dan mencabik – cabik rasa ketakutan anda pada 27 Agustus 2010 dan dalam 3 format, yaitu 2D, 3D, dan Real D. Wekkkssss........

Bahasan saya tentang summer Movies ini akan saya bagi dalam 4 bagian, dimana masing – masing bagian berisi tentang film – film yang ada selama 1 bulan selama Musim Panas ( berarti, ada 4 bagian yang berisi 4 bulan, yaitu masing – masing bulan Mei, Juni, Juli, dan Agustus ) dan juga data dan pembahasan singkat tentang film – film yang menjadi highlight selama 1 bulan tersebut serta film – film yang menjadi kompetitor bagi film yang menjadi highlight di bulan tersebut. Untuk kompetitor, saya akan membahas secara lebih singkat dibanding film yang menjadi highlight. Semoga pembahasan saya tentang Summer Movies ini bisa berguna bagi anda dan bisa menjadi panduan nonton bagi anda selama 4 bulan ke depan. Akhir kata, selamat menikmati artikel ini dan selamat menonton. J



Bulan Mei 2010

Tanggal 7 Mei 2010


Iron Man 2

Pemain :

Sutradara : Jon Favreau

Tanggal Edar di Indonesia : 30 April 2010

Sinopsis :

Iron Man 2 masih melanjutkan cerita dari Iron Man yang pertama. Dalam serinya yang kedua ini, diceritakan dunia akhirnya mengetahui bahwa pengusaha senjata yang terkenal kaya dan tampan serta playboy bernama Tony Spark adalah superhero Iron Man ( sesuai dengan ending Iron Man 1 dimana dia membeberkan bahwa dirinya adalah Iron Man kepada pers ), Tugas Tony pun bertambah; mulai dari mengurus perusahaannya, membina hubungan cintanya dengan sang sekretaris setianya, Pepper Potts, sampai dengan urusan menjaga keamanan dunia. Seiring dengan bertambahnya tugas, maka semakin banyak pulalah tanggung jawab serta tekanan dalam diri Tony. Militer Amerika serta pers memaksa agar Tony menyerahkan rancangan baju dan teknologi yang terdapat pada Iron Man. Tony pun menolak dengan tujan supaya teknologi maha dahsyat tersebut tidak jatuh ke tangan orang jahat. Di tengah tekanan – tekanan tersebut, muncullah seorang ilmuwan rusia bernama Ivan Vanko yang sangat membenci Iron Man dan ingin menghancurkan Iron Man. Tak hanya itu, saingan bisnis Tony bernama Justin Hammer pun mulai mengumandangkan perang terbuka kepada Tony dalam hal dunia bisnis dan diam – diam bekerja sama dengan Ivan Vanko untuk menjalankan suatu rencana jahat bersama. Tak hanya itu, kehadiran spy woman bernama Black Widow yang misterius pun semakin membuat pusing Tony. Untunglah Tony masih memiliki sahabat – sahabat setia yang masih mau membantu menolongnya, seperti nona Potts, sang bodyguard bernama Happy Hogan, Nick Fury yang merupakan kepala badan intelejen AS bernama SHIELD, serta tentunya, Lt. Colonel James "Rhodey" Rhodes yang nantinya akan menggunakan baju tempur baru bernama War Machine. Mereka siap menopang Iron Man dalam menghadapi segala musuh yang menghadang.


Plus :

Inilah dia film yang diklaim sebagai film paling dinanti di tahun 2010 ini. Kesuksesan, baik dari segi cerita maupun Box Office dari film Iron Man pertama sudah menjadi bukti, bahwa penonton dan kritikus menyukai film Iron Man pertama. Oleh sebab itu, sejak diumumkan bahwa Iron Man 2 segera produksi, maka orang – orang sangat menantikan sekuel seru yang satu ini. Didukung oleh para pemain dari seri pertamanya, plus dengan amunisi tambahan aktor watak Mickey Rourke yang laris lagi sejak bermain apik di fim The Wrestling dan juga bintang – bintang seperti Sam Rockwell dan Scarlett Johanson sebagai mata – mata wanita seksi Black Widow plus jadwal edar filmnya yang tanpa pesaing, membuat film ini semakin terasa aura kesuksesannya.

Minus :

Film Iron Man 1 secara mengejutkan berhasil menjadi film berbobot dari segi cerita dan penggarapan filmnya. Ada kekhawatiran ceita di film keduanya akan melempem seperti halnya Transformers. Ide awal untuk menggunakan tema cerita Tony Stark yang terjebak kecanduan alkohol terasa lebih baik dibanding cerita yang ada sekarang. Kasus pemecatan sepihak aktor Terence Howard yang berperan sebagai James Rhodes juga sedikit mencoreng citra film ini. Semoga Don Cheadle yang nenggantikan Terrence bisa bermain lepas sebagai Rhodes. Dan, pemilihan aktris seksi Scarlett Johanson pun disangsikan oleh banyak orang.


Trailer :

Saingan : TIDAK ADA, Kecuali untuk pasar Asia, film ini rencananya akan beredar tanggal 29 dan 30 April 2010, yang artinya akan menghadapi persaingan dengan film kocak Furry Vengeance yang diperakan oleh aktor Brendan Fraser dan juga film A Nightmare on Elm Street di beberapa negara Asia yang memutar film tersebut di tanggal yang sama.



14 Mei 2010


Robin Hood

Pemain :

Sutradara : Ridley Scott

Tanggal Edar di Indonesia : 12 atau 14 Mei 2010

Sinopsis :

Berkisah tentang perjuangan Sir Robin Longstride, Earl of Huntington atau yang biasa kenal dengan nama Robin Hood, seorang pejuang The Thried Crusade yang merupakan seorang jago panah dan ahli strategi, untuk menghentikan penindasan yang dilakukan oleh penguasa bernama Sherrif of Nohingham yang lalim dan gila harta serta gemar menindas rakyatnya. Robin tidak sendirian berjuang, karena dia akan dibantu oleh Lady Marian yang juga memberontak melawan sang shreiff yang keji. Bersama Robin, Marian membentuk pasukan pemberontak untuk menghentikan penindasan sheriff keji tersebut dengan cara yang sudah terkenal dalam sejarah, yaitu merampok orang – orang kaya dan membagikan harta rampokan tersebut ke rakyat – rakyat kecil.


Plus :

Siapa yang tidak melongo matanya ketika melihat film ini didukung oleh barisan cast dan sutradara yang semuanya merupakan peraih Oscar? Russell Crow yang meraih Oscar dalam film Gladiator; Cate Blanchett yang meraih Oscar dalam film The Aviator; serta Ridley Scott yang menyabet Oscar lewat film bermutu, Gladiator. Duet Scott – Crowe pun sudah terbukti kesaktiannya lewat kesuksesan ganda ( secara Box Office dan Oscar ) film Gladiator. Paduan ketiga bintang Oscar ini cukup ampuh menarik orang agar mau menonton film ini. Apalagi, Ridley Scott juga dikenal sebagai sutradara yang mampu membuat film full action dan menghibur tapi tidak meninggalkan bobot cerita dalam setiap karyanya, seperti yang diperlihatkannya dalam film Black Hawk Down dan Gladiator. Cerita Robin Hood yang memang sudah melegenda dan dikenal oleh banyak orang pun juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi film ini.


Minus :

Ingat, Ridley Scott adalah seorang sutradara yang gagal dalam membesut film Kingdom of heaven dan juga Body of Lies, sekalipun kedua film tersebut didukung oleh bintang – bintang ternama seperti Orlando Bloom maupun Russell Crowe dan Leonardo DiCaprio sekalipun. Kedua film tersebut sebenarnya memiliki kualitas yang lumayan, tapi tetap saja, hasilnya kurang disukai oleh para penonton. Rusell Crow dan Cate Blanchett pun juga dianggap terlalu tua sebagai tokoh Robin dan juga Marian.


Trailer :

Saingan :


  1. Just Wright

Rilis : 14 Mei 2010

Pemain :

Sutradara : Sanaa Hamri

Rilis di Indonesia : -

Sinopsis : Berkisah tentang seorang Terapis fisik yang jatuh cinta dengan salah seorang kliennya yang merupakan seorang Bintang Baket NBA ternama.

Trailer :



  1. Letters to Juliet

Rilis : 14 Mei 2010

Pemain :

Sutradara : Gary Winick

Rilis di Indonesia : -

Sinopsis : Berkisah tentang perjalanan seorang gadis cantik bernama Sophie ke kota Verona yang merupakan kota tempat setting cerita romantis sepanjang masa, Romeo and Juliet. Ketika sedang berjalan – jalan disana, Sophie menemukan ribuan surat kepada Juliet yang tidak terjawab. Akhirnya, Sophie menginspirasikan sang pembuat surat tersebut bernama Claire untuk mencari sang kekasih yang sudah hilang sejak lama. Petualangan cinta ini akan menjadikan kisah romansa mereka menjadi sebuah kisah romansa yang unik dan beda.

Trailer :



21 Mei 2010


Shrek Forever After

Pemain :

Sutradara : Mike Mitchell

Tanggal Rilis di Indonesia : 21 Mei 2010

Sinopsis :

Shrek sekarang hidup bahagia dikelilingi oleh teman – temannya. Bahkan, Shrek yang merupakan sesosok Ogre atau monster mengerikan yang biasanya menakut – nakuti manusia, sekarang berubah menjadi sosok monster rumahan yang ramah dan sayang keluarga. Shrek tetap menginginkan 1 hari dimana dia bisa menjadi monster Ogre yang sesungguhnya. Sampai suatu ketika, dia bertemu dengan seorang penyihir bernama Rumpelstiltskin yang menjanjikan akan membawa Shrek ke alam mimpi yang memang diinginkan oleh Shrek; dan benar saja, Shrek tiba di sebuah alternate timeline wold, dimana negeri Far Far Away benar – benar dalam keadaan hancur berantakan dan monster Ogre diburu oleh banyak pihak. Semua teman – teman Shrek, seperti Donkey, Puss in Boots bahkan Viona sekalipun tidak mengenal Shrek. Donkey benar – benar tidak mengenal dan takut akan Shrek, Puss in Boots menjadi malas dan super gendut, bahkan Viona pun menjadi ketua Ogre pemburu yang melawan siapa saja yang berani mengganggu Ogre. Shrek pun ingin kembali ke masa tenangnya, tapi sayangnya, Rumpelstiltskin menipu Shrek dan menginginkan Shrek agar menghilang dari dunia ini dan menjadi penguasa Far – Far Away. Satu – satunya cara agar Shrek bisa kembali ke alamnya adalah dengan cara Shrek harus mencium Viona ( harus mendapatkan True Love’s Kiss dari Viona ) dan jika True Love’s Kiss ini tidak didapat sebelum deadline waktu yang telah ditentukan, maka Shrek akan menghilang dari dunia selamanya. Rumpelstiltskin pun juga sudah menyiapkan banyak penyihir jahat untuk menyingkirkan Shrek dan kawan – kawannya.


Plus :

Semua bintang, baik itu bintang utama maupun bintang pendukung trilogy seri Shrek sebelumnya, kembali hadir untuk meramaikan film Shrek yang ke empat sekaligus ( rumornya ) menjadi seri Shrek yang terakhir. Didukung oleh teknologi 3D dan Real D yang memang sudah sangat dikuasai oleh DreamWorks Animation ( masih ingat kan kualitas 3D jempolan dari film animasi buatan DreamWorks Animation sebelumnya, yaitu How to train Your Dragon? ) dalam sektor film kartun, menjadi jaminan kesuksesan film ini. Rumor film ini akan menjadi seri terakhir dari Shrek pun juga menjadi senjata ampuh untuk menarik perhatian penonton agar mau menonton seri Shrek yang ke 4 ini.


Minus

Kualitas cerita maupun joke super bobrok dan hancur lebur dari Shrek 3 pun menjadi sebuah mimpi buruk serta trauma berkepanjangan bagi sebagian orang yang menyaksikan trilogy seri Shrek, sehingga bisa membuat mereka menjadi trauma dan malas untuk menonton seri Shrek yang ke 4 ini. Semoga saja kualitas cerita dan juga joke – joke dalam film ini tidak menjadi basi dan juga hambar seperti dalam Shrek 3.


Trailer :


Saingan :

MacGruber

Rilis : 21 Mei 2010


Pemain :

Sutradara : Jorma Taccone

Rilis di Indonesia : -

Sinopsis :

Film ini diangkat dari sebuah acara sketsa komedi televisi di Amerika berjudul sama dan jelas – jelas merupakan plesetan dari MacGyver. 10 sejak tunangannya tewas terbunuh, seorang agent special bernama MacGruber bersumpah untuk memberantas kejahatan dengan menggunakan tangan kosong. Suatu ketika, MacGruber diberi tugas untuk menangkap serta menumpas seorang gembong kriminal bernama Dieter von Cunth yang telah mencuri hulu ledak nuklir dan bisa mengakibatkan perang nuklir dimana – mana. MacGruber pun membentuk pasukan khusus untuk membantu menjalakan tugasnya, dengan Lt. Dixon Piper (Ryan Phillippe) dan Vicki St. Elmo (Kristen Wiig) sebagai tangan kanan MacGruber untuk menumpas Cunth.

Trailer


28 Mei 2010


Prince of Persia : The Sands of Time

Pemain :

Sutradara : Mike Newell

Tanggal Rilis di Indonesia : 28 Mei 2010

Sinopsis :

Berkisah tentang seorang petualang jalanan bernama Dastan. Dia adalah seorang petualang yang ahli dalam bertarung, lincah, ahli strategi pertempuran, serta nekad dan juga berani ambil resiko yang sering membahayakan nyawanya. Dia diadopsi oleh seorang pangeran Persia sebagai ahli warisnya, dengan tujuan agar kedua anak sang pangeran Persia tidak berebut tahta sang pangeran. Dalam satu petualangan, Dastan harus bekerja sama dengan Putri Tamina untuk mendapatkan sebuah benda pusaka bernama Sands of Time yang bisa memanipulasi waktu. Lebih parahnya, Sands of Time juga memiliki sisi negatif, yaitu bisa menciptakan kehancuran bumi serta mengubah manusia menjad iblis di muka bumi ini. Tak cuma Dastan yang berusaha untuk mendapatkan Sands of Time tersebut, tapi juga banyak orang – orang jahat yang menginginkannya, terutama seorang penjahat benama Nizam sehingga petualangan Dastan dan Tamina pun menjadi seru, tegang, penuh aksi, dan juga penuh bahaya.


Plus :

Film ini diangkat dari game petualangan seru berjudul sama yang tentunya sudah mempunyai fan base tersendiri, sehingga film ini pastinya cukup ditunggu oleh para fans nya. Film ini didukung oleh produser spesialis film – film action petualangan seru, Jerry Bruckheimer, sehingga dipastikan, filmnya akan full dengan spesial efek mantap dan adegan – adegan action seru serta menghibur, terutama bagi anda yang sedang stres dengan pekerjaan dan sedang membutuhkan film ringan menghibur. Didukung pula dengan bintang – bintang tenar seperti Jake Gylenhall serta starlet baru asal Inggris, Gema Arterton sampai aktor watak spesialis peran anatgonis yaitu Sir Ben Kingsley plus dukungan promosi yang gila – gilaan, film ini pastinya akan membawa ketegangan tersendiri bagi anda para pecinta seri Prince of Persia, fans film – film keluaran Jerry Bruckheimer, dan juga fans film – film action petualangan seru serta calon blockbuster movie untuk Summer Movies tahun ini.


Minus :

Jerry Bruckheimer adalah produser film – film action yang biasanya menghasilkan film yang menghibur dan juga eye – catching. Sayangnya, rata – rata filmnya tidak memiliki bobot cerita yang baik dan juga mendalam. Semoga saja hasil filmnya tidak sehancur Transformers 2 : Revenge of the Fallen atau film action baru – baru ini yang memiliki trailer sangat keren tapi hasil filmnya sangat bobrok, yaitu Clash of the Titans!


Trailer :


Saingan :


Sex and The City 2.

Rilis : 27 Mei 2010

Pemain :

· Sarah jessica Parker as Carrie

· Kim Cattrall as Samantha,

· Cynthia Nixon as Miranda

· Kristin Davis as Charlotte

Sutradara : Michael Patrick King

Rilis di Indonesia : 27 Mei 2010

Sinopsis :

Jangan remehkan kekuatan film ini. Film Sex and the City yang pertama berhasil meraih pendapatan sebesar 409 juta US$ untuk peredarannya secara internasional; dan hebohnya lagi, tiket pertunjukkan film Sex and the City 2 pun sudah bisa dibeli secara pre sales di beberapa situs internet pembelian tiket terkemuka sejak 6 minggu sebelum filmnya dirilis dan mendapat antusiasme yang sangat bagus dari para fansnya. Filmnya masih mengisahkan 4 sahabat wanita dengan masing – masing kesulitan yang mereka alami. Mulai dengan isu seputar belanja barang mewah, kehidupan sex mereka, sampai persahabatan mereka. Dalam seri yang kedua ini, muncul permasalahan – permasalahan baru, seperti Carrie yang kembali digoda oleh Aidan, kehidupan pernikahan Charlotte dan Miranda, rencana pernikahan Samantha, dan lain sebagainya. Kabarnya, di film kedua ini, akan dibeberkan flashback kisah persahabatan ke 4 sekawan wanita karier sukses di New York ini. Hadir sebagai bintang tamu adalah mantan bintang cilik jebolan Disney Channel, yaitu Miley Cyrus.

Trailer :

Sabtu, 17 April 2010

Preview Book of Eli


Preview

The Book of Eli ( Warner Bross_2010 )

Pemain : Denzel Washington as Eli

Sutradara : Hughes brothers

Rilis =

  • 15 Januari 2010 ( Amerika )
  • 15 April 2010 (Main di Bioskop Indonesia)

Akhir – akhir ini, Hollywood sedang gemar – gemarnya merilis film yang berhubungan dengan hari kiamat di dunia. Sejak tahun lalu sampai sekarang, sudah beredar 3 buah film tentang penggambaran hari kiamat dunia. Dimulai dari film karya sutradara Roland Emmerich yang sukses besar membuat penonton tegang lewat film kiamat akibat ramalan suku Maya dalam film 2012; kemudian disusul dengan dirilisnya film drama mengharukan tentang perjuangan anak dan bapak untuk melintasi dunia pasca hari kiamat dalam film The Road; terakhir, kita disuguhi pandangan tentang hari kiamat dari sudut pandang malaikat Michael dan Gabriel dalam film action Legion. Bisa dipastikan, film dengan tema hari kiamat akhir – akhir ini menjadi trend tersendiri dan rata – rata cukup sukses menjaring penonton.

Sebenarnya, film Book of Eli ini merupakan film yang dirilis terlambat untuk pasaran Indonesia. Film ini sebenarnya merupakan film yang ironisnya diputar duluan untuk pasaran Amerika sebelum film Legion diputar di negeri Paman Sam tersebut. Tapi tak apa – apa. Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dari segi cerita dan tetap patut menjadi film pilihan untuk ditonton minggu ini.

Film ini bersetting di masa depan. Suatu ketika, bumi mengalami kehancuran besar – besaran akibat perang nuklir yang mengakibatkan kehancuran dimana – mana. Negara menjadi tandus, kering kerontang dengan kondisi awan nuklir yang pekat dan juga kelabu. Suasana perkotaan pun menjadi gersang dan panas, tak ubahnya seperti padang pasir tandus yang luas. Manusia pun mulai kekurangan bahan makanan dan air. Tak cuma itu, lebih parahnya lagi, manusia pun juga sudah kehilangan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pada jaman tersebut, tersebutlah seorang pengembara bernama Eli ( Washington ) yang melintasi negara – negara di dunia untuk bertahan hidup. Tak Cuma itu, Eli ternyata membawa buku yang sangat berarti terhadap kehidupan umat manusia dan juga bisa membangun kembali peradaban manusia yang telah hancur lebur ini. Carnegie ( Oldman ), seorang penguasa kota yang kejam dan keji, mengetahui hal tersebut. Carnegie pun mengutus anak buahnya untuk membunuh Eli dan merebut buku yang dibawa oleh Eli. Sayang, Eli ternyata sangat kuat, ahli beladiri dan juga jago menembak serta ahli strategi perang. Carnegie pun mengutus anak angkatnya, Solara ( Kunis ) untuk menjebak Eli, tapi lagi – lagi, trik inipun gagal. Malahan, Solara pun lebih memilih untuk menemani perjalanan Eli ketimbang mematuhi Carnegie. Carnegie pun murka dan membawa semua pasukan yang ada untuk membunuh Eli dan mendapatkan buku yang dibawa oleh Eli, bahkan jika perlu, membunuh Solara sekalian. Lalu, bagaimanakah nasib Eli dan buku yang dibawanya? Berhasilkan dia untuk mempertahankan buku tersebut? Jawabannya, anda harus tonton film ini di bioskop. He3. XD.

Sekilas, cerita film ini cukup unik dan beda dari yang lain. Dengan setting cerita setelah perang nuklir terjadi dan juga kondisi dimana manusia sudah tidak percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi sebuah cerita yang cukup menarik untuk disimak. Ditambah lagi, dengan background colour film ini yang abu – abu kelabu dan juga tampak kusam yang merupakan efek kehancuran dunia akibat perang nuklir, menjadikan film ini menjanjikan suasana yang real dan menjadi teguran bagi kita agar jangan pernah mengadakan yang namanya Perang Nuklir serta perusakan lingkungan. Tak cuma itu, film ini juga menjanjikan action – action seru sebagai bumbu penyedapnya. Film ini juga didukung oleh bintang – bintang ternama, sebut saja aktor peraih Oscar, Denzel Washington sebagai Eli dan juga bintang spesialis tokoh – tokoh antagonis, Gary Oldman, sehingga film ini menjadi film yang patut untuk ditonton.

Tapi, hati – hati. Tema ceritanya yang sensitif juga bisa mengakibatkan film ini agak sedikit dihindari penonton yang kurang suka dengan tema ceritanya. Belum lagi ditambah dengan fakta bahwa film ini dirilis terlambat di negara kita, bisa menjadikan sebagian orang malas untuk menonton film ini di bioskop dan lebih memlih untuk menontonnya lewat format DVD.

Overall, film ini cukup OK dan bagus untuk disimak minggu ini. Tema cerita dan Background Setting yang beda dibanding yang lainnya serta didukung oleh bintang – bintang ternama menjadikan film ini layak untuk ditonton minggu ini. Jangan cemas, adegan – adegan action di film ini pun juga temasuk cukup menjanjikan bagi anda yang sedang mencari flm action sebagai hiburan pelepas stress. So, bagi anda yang sedang mencari film yang pas untuk anda nikmati bersama teman atau pacar, atau sedang mencari film action seru pelepas stress, film ini boleh dijadikan pilihan oleh anda. Akhir kata, selamat menonton.

Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis

Trailer :

Kamis, 08 April 2010

Review Fire of Conscience


Review

Fire of Conscience ( Media Asia_2010 )

Pemain : Leon Lai as Captain Manfred

Richie Ren as Inspector Kee

Vivian Hsu as Ellen

Kai Chi Liu as Cheung-on

Michelle Ye as. May

Sutradara : Dante Lam

Rilis =

  • 1 April 2010 ( Hongkong )
  • 8 April 2010 ( Main di Bioskop Indonesia )

Dunia perfilman di Hongkong merupakan salah satu dunia perfilman terbesar di dunia selain Perfilman Amerika ( Hollywood ), India ( Bollywood ), Jepang, dan juga Korea. Setiap tahunnya, negara yang satu ini mengeluarkan sekitar 100 - 200 judul film. Tak heran, Hongkong dilirik sebagai salah satu negara dengan dunia perfilman yang besar.

Perfilman Hongkong pun juga melahirkan bintang – bintang dan juga sutradara yang terkenal di seluruh dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah sutradara film action John Woo. Sutradara yang kerap menggunakan efek slow motion dalam setiap adegan actionnya ini merupakan sutradara yang bisa dianggap sebagai Michael Bay nya orang Timur. Film – filmnya rata – rata menggunakan teknik yang hampir – hampir sama. Walaupun begitu, perbedaannya terletak pada kualitas filmnya saja. John Woo memang paling ahli membuat adegan – adegan action seru dalam setiap filmnya, begitu juga dengan Michael Bay. Tapi bedanya, John masih memperhatikan isi cerita filmnya ketimbang Bay yang lebih suka dengan adegan – adegan action menghibur ketimbang isi cerita film yang dibuatnya. Tapi tetap keduanya bisa kita nobatkan sebagai sutradarta yang paling bisa menghibur penonton dan juga penikmat film action junkie.

Ups, tapi jangan salah dulu. Kali ini, saya tidak akan membahas film buatan John Woo, melainkan sineas film Hongkong lainnya yang bernama Dante Lam. Sutradara film action Hongkong ini sudah bisa kita nikmati karyanya lewat film Sniper tempo hari. Dia pun sukses menggaet actor muda Edison Chen agar mau bermain di film tersebut, walaupun pada saat yang bersamaan, Edison sedang tekait masalah kasus foto – foto porno koleksi pribadinya yang bocor di Internet dan menimbulkan kecaman di sana sini. Filmnya tergolong cukup sukses dan cukup seru. Tahun ini, Dante kembali lewat film ( masih bertema polisi seperti film Sniper ) berjudul Fire of Conscience. Tak tanggung – tanggung, Dante mengajak 2 aktor pujaan masyarakat China dan juga Hongkong, yaitu Richie Ren dan Leon Lai sebagai bumbu penyedap film action ini.

Kisahnya tentang 2 polisi beda adat dan beda kesatuan yang bahu membahu untuk membongkar kasus perdagangan senjata di Hongkong. Sersan Manfred ( Leon Lai ) adalah polisi keras yang selalu tanpa kompromi dalam menghadapi setiap kasus kejahatan yang ditanganinya, sebagai bentuk balas dendam terhadap dunia kejahatan yang telah merenggut nyawa istri tercintanya. Di lain pihak, Inspector Kee ( Richie Ren ) adalah tipikal polisi perlente dengan baju dan mobil mewah, walaupun banyak hal yang dia simpan tentang kariernya di dunia kepolisian. Kee adalah polisi yang dulunya menangani kasus – kasus Narkotika dan sekarang berpindah divisi ke Divisi Kejahatan. 2 polisi beda adat dan beda perilaku serta beda style ini bersatu untuk menghadapi satu kasus kejahatan rumit yang melibatkan anak buah Manfred dan juga melibatkan para pedagang senjata illegal kelas kakap yang ada di Hongkong. Semakin mereka membongkar kasus ini, semakin jelas ada keterlibatan internal kepolisian dalam kasus ini. Hal inilah yang membuat nyawa mereka semakin terancam. Mereka harus bahu membahu agar bisa memecahkan kasus ini dan menyelamatkan nyawa serta karier mereka. Tapi, apakah benar sekedar kepercayaan antara sesama dalam kasus yang sudah tidak bisa mempercayai siapapun ini bisa membuat mereka bertahan hidup? Apakah ada rahasia di antara dua polisi ini yang bisa membuat mereka saling membunuh? Tetap, mereka kembali pada kemampuan serta kewaspadaan diri mereka masing – masinglah yang bisa menyelamatkan hidup mereka.

Dilihat dari sinopsis ceritanya, film ini sebenarnya berpotensi menjadi 2 jenis film, yaitu film yang akan membuat anda penasaran dengan adu kucing – kucingan serta adu pintar mengatur strategi tipu menipu antara penjahat dengan polisi atau bahkan antara polisi dengan polisi; atau jenis yang kedua, yaitu filmnya akan menjadi full action seperti halnya film Hard Boiled buatan John Woo. Akhirnya, Dante Lam selaku sutradara memilih untuk menggabungkan 2 jenis film tersebut ke dalam sebuah film. Sayangnya, hasil akhirnya adalah sebuah film dengan banyak elemen yang serba tanggung. Elemen action misalnya, Dante ini ingin menjadikan film ini menjadi sebuah film action seru seperti layaknya film – film action polisi Hongkong buatan John Woo. Sayangnya, banyak adegan tembak – tembakan dan action yang harusnya bisa digarap lebih seru dan lebih dramatis atau lebih stylish lagi digarap dengan tidak begitu serius oleh Dante. Hasil akhirnya, film ini menjadi action tanggung, padahal cukup menyimpan potensi menjadi sebuah film action seru. Dari segi adu pintar, film ini juga tidak digarap serius dan sangat mudah tertebak sekali adu kucing – kucingan serta misteri yang ada dalam film ini. Tidak seperti film Infernal Affairs yang berhasil membuat jantung penonton dag dig dug dengan adu strateginya yang cool, film ini tidak memberikan adu strategi yang bagus untuk ditonton.

Walaupun begitu, film ini masih cukup memiliki kekuatan di segi penyampaian pesan cerita. Film ini cukup mengajarkan kepada kita bahwa setiap obsesi ataupun dendam dalam diri manusia, bisa menyebabkan manusia tersebut jatuh terperosok lebih dalam lagi ke dalam dendam atau obsesi tersebut dengan dampak yang baik atau buruk bagi kehidupan manusia tersebut dan kebanyakan manusia tidak sadar akan hal tersebut. Film ini juga berhasil menggambarkan realita tugas polisi dalam memberantas kejahatan. Tak ada yang namanya one man hero atau seorang polisi yang mampu mengobrak abrik sarang penjahat layaknya film – film action buatan John Woo. Semuanya merupakan kerja sama tim dalam kepolisian dan serunya, film ini juga berhasil menangkap moment bahwa setiap saat, polisi yang bertugas pun bisa terluka atau bahkan tewas di TKP, mulai dari terkena ledakan granat, berondongan timah panas, dan lain sebagainya. Satu lagi, film ini juga menghadirkan adegan menarik pada awal filmnya mulai; dengan teknik freeze object disertai dengan kamera yang bergerak secara stylish serta tone warna abu – abu dan nantinya, adegan – adegan tersebut berhubungan dengan dengan isi cerita film ini. Richie Ren sayangnya kurang menjiwai tokoh Inspektur Kee yang pintar tapi penuh misteri dan juga licik; sebaliknya, Leon Lai cukup berhasil memerankan tokoh Sersan Manfred yang depresi, awut – awutan, tapi tetap menyimpan dendam terhadap kriminalitas yang telah merenggut nyawa istrinya dan juga tampil beringas tanpa ampun dalam membekuk semua penjahat buruannya. Tampangnya yang acak – acakan dan juga berewokan tidak terurus serta kurang memikirkan dirinya sendiri cukup membuat penonton terkesima dengan akting Leon Lai di film ini.

Secara keseluruhan, film Fire of Conscience ini merupakan film yang standard saja. Eksekusi adu kucing – kucingan, strategi, dan adu pintar serta adegan – adegan actionnya yang biasa saja ( walaupun ada sich adegan tembak – tembakan paling seru dalam film ini yang terjadi di Rumah Teh serta di apartment sempit ) membuat film ini menjadi kurang mantap di mata saya. Di sisi lain, saya berikan apresiasi terhadap film ini pesan moral cerita film ini, adegan yang cool di awal film, serta realita yang tertangkap dalam film ini. Tapi, ya, alangkah baiknya jika film ini bagus di segala sisi. Filmnya sebenarnya menyimpan potensi bagus jika dikerjakan dengan lebih baik lagi. So, tetap, film ini masih belum bisa menandingi film action favorit saya, Hard Boiled dan juga belum bisa menandingi ketegangan adu taktik dalam film Infernal Affairs, dimana keduanya memiliki cerita yang hampir – hampir mirip. Tapi, tetap, film ini boleh menjadi alternaif pilihan film untuk anda tonton di minggu ini. Di balik kekurangan yang ada, film ini tetap memiliki nilai positif yang cukup mengena menurut saya. Akhir kata, selamat menonton.

Point :

Cerita = 6 / 10

Pemain = 6 / 10

Kriteria khusus :

Action = 5 / 10

Thriller o’ Meter = 5 / 10

Unsur Hiburan,

Isi pesan cerita

dan bobot cerita = 6 /10

Total = 6 / 10

Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis


Trailer :

Minggu, 04 April 2010

Review Clash of the Titans


Review

Clash of the Titans ( Warner Bros Pictures_2010 )

Pemain : Sam Worthington as Perseus

Ralph Fiennes as Hades

Liam Neeson as Zeus

Gemma Arterton as Io

Alexa Davalos as Andromeda

Danny Huston as Poseidon

Izabella Miko as Athena

Jason Flemyng as Acrisius

Nathalie Cox as Artemis

Natalia Vodianova as Medusa

Sutradara Louis Leterrier

Rilis =

  • 2 April 2010 ( Amerika Serikat )
  • 31 Maret 2010 ( Main di Bioskop Indonesia )

Setelah minggu lalu, saya berikan preview film Clash of the Titans, maka sekarang, saya akan memberikan review film tersebut. Pertanyaannya adalah, apakah filmnya memang sedahsyat trailernya?? Mari kita lihat saja reviewnya.

Film Clash of the Titans ini menceritakan tentang perjalanan seorang manusia setengah dewa bernama Perseus ( Wothington ). Perseus merupakan anak Zeus ( Neeson ) yang dilahirkan oleh seorang wanita manusia biasa bernama Danae. Danae memiliki suami bernama Acrisius (Jason Flemyng), yang merupakan seorang pejuang yang sudah muak dengan tingkah laku para dewa yang bertindak seenaknya dan bermaksud untuk memimpin pemberontakan manusia untuk melawan para dewa dewi di gunung Olympus. Zeus yang mengetahui hal tersebut lalu menyamar sebagai Acrisius dan berhubungan badan dengan Danae yang tidak tahu bahwa sang suami yang sekarang sedang bersamanya ternyata adalah Zeus yang sedang menyamar. Acrisius yang mengetahui hal tersebut, tidak terima dan langsung membunuh sang istri dengan cara melemparkannya ke laut dan kemudian Zeus pun langsung menyambarkan petir ke Acrisius, walaupun tidak Acrisius sendiri tidak mati. Danae tewas, tapi Perseus berhasil bertahan hidup dan diasuh oleh seorang nelayan bernama Spyros (Pete Postlethwaite). Perseus dibesarkan secara manusiawi, walaupun dia memang memiliki kekuatan diatas manusia biasa ( kekuatan setengah dewa ). Suatu ketika, Hades ( Fiennes ), dewa Neraka, menghabisi semua anggota keluarga Perseus yang telah merawatnya selama ini. Perseus pun hidup sebatang kara. Ketika mengetahui bahwa Hades akan menciptakan peperangan diantara para dewa yang bisa membinasakan bumi dan menciptakan neraka di bumi, Perseus maju menjadi sukarelawan untuk menghentikan niat jahat Hades. Perseus harus mengalahkan Hades sebelum Hades dapat merebut kekuasaan dari Zeus, menciptakan peperangan diantara para dewa, dan memboyong neraka ke bumi serta bertekad untuk membalas dendam atas perbuatan Hades yang telah menghabisi keluarganya, Dengan memimpin sekelompok prajurit, Perseus melakukan perjalanan berbahaya ke dunia terlarang. Perjalanan tidak semudah yang dibayangkan. Perseus dan pasukannya harus bertempur melawan iblis dan monster menakutkan yang telah disiapkan oleh Hades, diantaranya wanita berambut ular bernama Medusa, kalajengking raksasa bernama Scorpioch, 3 nenek sihir tak bermata, Acrisius yang sekarang menghamba kepada Hades, dan monster – monster lainnya. Perseus pun juga diwajibkan hadir tepat waktu untuk menyelamatkan putri Andromeda yang memang sengaja dikorbankan untuk monster laut super besar bernama Kraken sesuai dengan titah Zeus kepada Hades. Perseus hanya bisa bertahan dan menjalankan semua misinya jika dia dapat menerima takdir sebagai dewa, menantang nasibnya dan menciptakan takdirnya sendiri serta mendengarkan nasihat dari sang malaikat pelindungnya, Io ( Gemma Arterton ).

Sayangnya, filmnya tidak sebagus trailernya yang begitu cool dan juga sangar plus cadas. Terbukti, ketika menonton filmnya, hasilnya ternyata biasa – biasa saja. Kekurangan film ini cukup banyak. Selain cerita yang mengalir datar – datar saja dan klise; adegan – adegan action yang biasa saja, walaupun ada juga beberapa adegan action yang cukup seru, seperti misalnya adegan pertarungan Perseus dkk melawan sang scorpio besar bernama Scorpioch, tapi sisanya, adegan actionnya biasa – biasa saja; editing filmnya yang terkesan terburu – buru ( misalnya, dari 1 adegan ke adegan lainnya terkesan cepat dan seperti asal potong saja di ruang editingnya. Kita seperti menonton film dengan membaca naskah filmnya, sehingga dari satu adegan ke adegan lainnya terkesan seperti kita membaca naskah film. Hal ini akibat editing itu tadi yang terkesan buru – buru dan kasar ); special effect yang kurang halus; permainan aktor aktrisnya yang biasa saja; dan yang paling parah, cerita mitologi Yunani yang kita tahu seakan – akan diobrak – abrik di film ini. Yap, kekurangan film ini cukup kompleks juga. Tapi di sisi lain, film ini berhasil tertolong di ilustrasi musiknya yang cukup cool, beberapa adegan action slow motion yang cukup seru serta cukup menegangkan, dan juga unsur hiburannya yang cukup kental.

Dari segi cerita, ini yang sangat membuat kesal. Film ini seakan – akan membuat versi sendiri tentang cerita mitologi Yunani dari tokoh Perseus ini. Memang, cerita dari mitologi Yunani ada banyak versi, minimal ada kemiripan – kemiripan dalam setiap ceritanya, tapi khusus untuk yang kali ini, bedanya benar – benar beda banget dengan cerita mitologi – mitologi Yunani yang kita tahu selama ini. Bagi anda penggemar berat cerita mitologi Yunani, anda pasti kecewa berat dengan film ini. Film yang tadinya dijanjikan untuk setia pada kisah asli mitologi Yunani tokoh Perseus ini pasti akan membuat mereka pun marah, kesal, dan kecewa berat dengan film ini. Lewat film ini, akhirnya kita pun jadi berpikir, apakah benar sutradara Louis Leterrier yang katanya seorang penggemar fanatik cerita Clash of the Titans dan mitologi Yunani ini benar – benar seorang pecinta fanatik certa Mitologi Yunani? Ataukah ceritanya memang hancur akibat perombakan naskah yang dilakukan Phil Hay dan Matt Manfredi dari naskah buatan Lawrence Kasdan? Atau memang naskah awal buatan Lawrence Kasdan sudah hancur amburadul? Entahlah. Tapi yang pasti, anda yang minimal sudah tahu dengan cerita mitologi Yunani pun pasti akan kesal dibuatnya lewat cerita film yang satu ini. Bayangkan saja, Poseidon di film ini hanya disebutkan namanya saja, sedangkan kehadirannya di film inipun minim sekali (walaupun bisa dikatakan hampir tidak nampak sama sekali tokoh Poseidon di film ini).

Aktor aktris yang tampil disini bermain benar – benar standard, kalau mau dibilang, terkesan minim ekspresi. Hanya aktor Ralph Fiennes yang berperan sebaga Hades yang cukup dibilang oke performanya sebagai tokoh jahat Hades. Dengan suara yang serak – serak berat serta jalan yang agak terbungkuk – bungkuk, tokoh Hades cukup hidup di tangan dia, walaupun masih kalah karismanya dengan Steve Coogan yang juga berperan sebagai Hades dalam film Percy Jackson and the Olympians : The Lightning Thief; seperti halnya Liam Neeson yang berperan sebagai Zeus yang masih kalah kelas dan kalah tegas dibanding dengan Sean Bean yang juga berperan sebagai Zeus di film tersebut. Kalau mau dibilang, antara Zeus dan Hades yang ada di film Percy Jackson maupun di film Clash of the Titans, penonton pasti akan lebih memilih lebih ingat dan mengena dengan tokoh Zeus dan Hades yang ada di Percy Jackson ketimbang di film ini. Sam Wothington pun juga bermain datar, sangat datar ekspresinya.

Dari segi action, film ini bolehlah lumayan menghibur penonton. Beberapa adegan action dan kadang diselingi dengan slow motion di film ini cukup bagus, tapi sayangnya, sisa adegan action tersebut terkesan biasa saja. Adegan melawan Scorpioch di film ini merupakan adegan yang paling seru dan adegan melawan Medusa juga cukup membuat penonton tegang serta adegan kejar – kejaran merebut Kepala Medusa menjelang klimaks film ini juga cukup seru, tapi sayangnya kurang digali maksimal lagi adegan actionnya. Khusus untuk adegan ending Kraken, memang sudah saya maklumi karena memang adegan tersebut sesuai dengan cerita mitologinya (walaupun sutradara Louis Leterrier sudah berusaha menambal hal ini dengan menambahkan adegan kejar – kejaran Perseus dengan setan terbang ciptaan Hades untuk memperebutkan kepala Medusa di tengah – tengah kota). Tapi adegan – adegan pertempuran lainnya yang dirasa bisa dibikin lebih seru dan tegang lagi sayangnya dieksekusi dengan biasa saja di film ini. Misalnya adegan klimaks pertempuran Perseus dengan Hades, pertarungan Perseus dengan Acrisius, dan lain – lain. Sayang memang, film yang di trailernya sangat menjual adegan action seru, ternyata lewat hasil filmnya, adegan actionnya terkesan biasa saja. Tapi tertolong akibat ilustrasi musiknya yang bisa membuat kita tegang, seru, sedih, dan lain – lain yang cukup mampu mengaduk perasaan penonton ketika menonton adegan – adegan action film ini. Spesial effect film inipun tergolong kasar dan tidak halus. Diperparah lagi dengan editing buruk, sehingga semakin lengkaplah kebobrokan film ini.

Overall, film ini sebenarnya memiliki potensi besar menjadi film mitologi Yunani klasik terbaik dan terseru, jika saja ditangani dengan sangat serius oleh tim pembuat film yang lebih piawai dan juga lebih berpengalaman. Tumben sekali memang Louis Leterrier membesut sebuah film action seru yang memang menjadi spesialisasinya dengan asal – asalan. Ditambah dengan hasil convert ( film ini tadinya hendak dirilis dalam format 2D, tapi akhirnya di convert ke 3D pada saat detik –detik akhir peluncuran film ini ) 3D film ini yang diberitakan buruk, membuat film ini menjadi sebuah film yang sangat berpotensi menjadi terbuang percuma dan sia – sia. Film ini akhirnya memang hanya menjadi film BIASA dengan eksekusi dan kualitas BIASA tapi dengan trailer dan promosi yang luar BIASA. Tapi apapun kritikan yang didapat film ini, tetap, Clash of the Titans menjadi pilihan film yang cukup OK untuk ditonton minggu ini. Filmnya setidaknya cukup menghibur. Sebaiknya, jika memang anda ingin menonton film ini, buang jauh – jauh ekspektasi akan wah – nya film ini dan jangan berharap banyak terhadap film ini. Anda cukup duduk menikmatinya saja. Dan kalau bisa, jangan cari tahu tentang cerita mitologi Yunani jika anda ingin menonton film ini, karena cerita mitologi Yunani di film ini pasti akan diobok – obok. So, seperti tagline film ini : Damn The GODS dan sesuai dengan kalimat di film ini : “One day, somebody's got to make a stand. One day, somebody's got to say enough...”; maka saya akan sedikit merubahnya menjadi “Damn you the worst production team of Clash of the Titans” dan saya pun akan berkata ENOUGH terhadap kualitas film ini. Wakakakakaka. XD. XP. Akhir kata, selamat menonton.

Point :

Cerita = 5 / 10

Pemain = 5 / 10

Kriteria khusus :

Original Score = 7 / 10

Special Efek = 5 / 10

Unsur Hiburan

dan action = 6 /10

Total = 5.5 / 10

Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis