Senin, 31 Agustus 2009

Berita Film

Bad Boys 3 siap DIKERJAKAN

Anda penggemar film dwilogi Bad Boys? Ya, dwilogi film aksi super seru dan super gila 2 polisi Miami PD bagian narkotika nakal, edian, dan heboh ini bakal siap diproduksi film ketiganya. Yap. Bad Boys 3 sudah siap untuk diproduksi lagi. Columbia Pictures siap untuk mendanai film ini. Sebagai langkah awal, penulis naskah dan cerita Peter Craig sudah dikontrak untuk menulis cerita dan naskah film action yang ditunggu - tunggu oleh banyak orang ini.  Tak hanya itu, Columbia pun juga sedang sibuk untuk mengontak 4 orang yang menjadi tulang punggung kesuksesan dwilogi Bad Boys, sapa lagi kalo bukan Produser fim action edan terkenal Jerry Bruckheimer, Sutradara action keras terkenal yang baru saja sukses dengan dwilogi Transformers nya yaitu Michael Bay, serta tentunya duo pemainnya yang sudah klop banget chemistry nya, Martin Lawrence serta tentunya Mr July kita, Will Smith.

Diharapkan, cerita dan naskah yang dibuat oleh Craig bisa kembali menarik minat 4 orang tersebut untuk mau kembali bergabung di proyek yang seru satu ini. Tapi, kelihatannya akan ada berbagai ganjalan. Pertama, Sutradara Michael Bay sendiri sudah menyatakan dirinya untuk istirahat sejenak dari berbagai kegiatan penyutradaraan akibat terlalu lelah dengan syuting dwilogi Transformers yang tiada henti. Apalagi, sekarang Bay sedang keranjingan sebagai produser film - film horor remake lawas, seperti remake Friday the 13th, Texas Chainsaw Massacre, dan A Nightmare on Elm Street yang akan tayang tahun depan. Kedua, tentunya, adalah kesibukan Will Smith yang menggunung. Jelas, bintang film kulit hitam yang sukses ini pun sedang padat - padatnya jadwal syutingnya, apalagi jika prequel film I Am Legend yang berjudul I Am Legend : Awakening jadi untuk diproduksi dan edar tahun 2011 nanti, maka makin padatlah jadwalnya. Tapi apapun kemungkina itu, kelihatannya Bad Boys 3 siap untuk diproduksi dengan full team winning karena semua pihak pun merasa senang dan merasa berenergi untuk kembali membuat Bad Boys 3. Will dan Martin pun sudah dari jauh - jauh hari melobi bos Columbia Pictures agar bisa dibuatkan lagi sekuel Bad Boys karena saking senang dan enjoynya mereka bekerja memproduksi dwilogi film Bad Boys ini. Bay pun juga senang banget bekerja sama dengan para crew Bad Boys ini juga. Dan jangan lupa juga akibat film ini jugalah, ke 4 orang tersebut bisa meraih sukses besar di Hollywood dan bisa terkenal sebagai orang - orang spesialis film - film laga. Untuk jadwal edar, film ini masih belum memiliki jadwal edar yang pasti, tai ditargetkan kelar sekitar 2011. We'll waiting for this movie, brothers. ;)

Review The Hangover


Review 
The Hangover
Pemain : Bradley Cooper as Phil Wenneck
                Ed Helms as Stu Price
                 Zach Galifianakis as Alan Garner
                 Justin Bartha as Doug Billings
                 Mike Tyson as himself

Director : Todd Phillips

Rilis : 
• 5 Juni 2009 ( Amerika )
• 22 Agustus 2009 ( Midnight Show di Bioskop – Bioskop Indonesia )
• 26 Agustus 2009 ( Di Bioskop – Bioskop Indonesia )

     The Hangover adalah film yang menjadi kuda hitam diantara kepungan film – film seru selama Summer Movies tahun 2009 ini. Dengan promosi yang terbilang tidak segila – gilaan film pesaing lainnya, film ini toh tetap dengan mantap menembus angka 100 juta US$ selama peredarannya di Amerika Serikat saja. Malah, dengan tidak terduga, film ini berhasil meng – KO film pesaingnya pada minggu itu, yaitu Land of the Lost. Sebenarnya, apa sih rahasia kesuksesan The Hangover ini?
     Sebelumnya, mari kita lihat ulang ceritanya. Berkisah tentang Doug yang sebentar lagi akan menikah dengan seorang wanita, tepatnya, Doug akan menikah sekitar 2 hari lagi. Temen – temen Doug yang merupakan gerombolan edan dan juga slenge’an yang terdiri dari Phil, Stu, dan Alan, membawa dengan paksa Doug ke Las Vegas untuk mengikuti pesta bujangan. Pesta berlangsung gila – gilaan dan kacau balau sampai akhirnya, trio edan dan Doug pun kecapaian dan tertidur pulas di kamar hotelnya. Pagi – pagi buta, trio edan itu kalang kabut karena Doug menghilang dan mereka ternyata mendapati hal – hal ajaib yang tidak bisa mereka duga sebelumnya, seperti menemukan seekor macan di kamar mandi dan bayi berusia enam bulan di kamar mereka di hotel Caesars Place. Satu hal yang juga tidak mereka temukan adalah Doug. Kalang kabut, tidak ada petunjuk, dan dikejar oleh waktu, trio edan ini pun berusaha untuk menemukan dan membawa pulang Doug agar bisa menghadiri pernikahannya sendiri dan berusaha untuk mencari tahu, sebenarnya, apa sih yang telah terjadi selama 1 malam sebelumnya yang gila – gilaan tersebut serta berusaha untuk mencari pemecahan masalahnya masing – masing.
     Dari cerita di atas, film ini mengundang rasa kepenasaran penonton dengan apa yang terjadi dengan keempat orang itu. Selain itu, pemecahan permasalahannya akan seperti apa. Itu yang membikin menarik film ini. Tapi ternyata, hasilnya justru lebih baik lagi ketimbang perkiraan para penonton awam sebeumnya. Film ini dengan cerdik menurut saya berhasil menambahkan plot kejutan lainnya selama film ini berlangsung. Pemecahan masalahnya pun juga terbilang cool dan tidak diduga sebelumnya serta terkesan konyol. Cerita mengalir lancar dan mendukung pemecahan masalah terhadap misteri yang ada. Bumbu konyolnya pun juga pas dan kocak, tapi ya memang kelihatannya tidak bisa diterima semua pihak. Saya sih merasanya kocak film ini, tapi saya juga berpikir bahwa kayaknya film ini komedinya tidak bisa diterima semua piak juga deh. Mungkin akibat joke nya yang terlalu kebule – bulean kali ya. Durasinya terhitung pas dengan ceritanya sehingga tidak membosankan penonton. Para pemainnya pun juga bermain pas, termasuk petinju Mike Tyson yang berperan sebagai dirinya sendiri pun juga cukup mencuri perhatian dan bisa membuat penonton tertawa.
     Overall, film ini saya nilai berhasil sebagai sebuah film komedi dewasa yang komplit dan juga bagus untuk mereka yang memang sedang butuh hiburan komedi dewasa. Dengan cerita yang unik dan membuat penasaran, pemecahan masalah yang cool serta konyol, para pemain yang mendukung juga OK, durasi yang pas, dan tentunya, komedi yang juga bisa membikin ketawa ( minimal tersenyum ), membuat film The Hangover memang layak disebut sebagai sebuah film komedi dewasa yang sukses di Amerika Serikat sana dan tentunya dengan gemilang mendapat pendapatan diatas 100 juta US$ serta disukai para kritikus film disana plus dengan sukses meninju film bodoh Land of the Lost yang kualitasnya kalah jauh dibanding The Hangover. Good job Guys.
 
Point :
Cerita               = 8 / 10
Pemeran          = 7 / 10
Kriteria khusus :
Komedi             = 7 / 10
Pemecahan 
masalah           
= 7 / 10
Unsur Hiburan= 7 /10
Total                 = 7 / 10

 
Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis



Kamis, 27 Agustus 2009

Preview The Final Destination a.k.a Final Destination 4


Preview
The Final Destination ( a.k.a Final Destination 4 ) ( New Line Cinema_2009 )

Pemain : Bobby Campo as Nick
  Shantel VanSanten as Lori Milligan
  Nick Zano as Hunt Wynorski

Sutradara : David R. Ellis

Rilis =
• 28 Agustus 2009 ( Amerika )
• 28 Agustus 2009 ( Estimasi Di Bioskop – Bioskop Indonesia ) atau 29 Agustus 2009 untuk Estimasi Midnight Show di Bioskop - Bioskop Indonesia

     Film Final Destination pertama yang keluar pada tahun 2000 lalu di klaim sebagai film horor remaja yang unik karena membawa rasa seram penonton nya dengan cara yang beda dari biasanya. Film yang nongol di tengah gempuran film – film horor remaja pada saat itu menjadi salah satu film favorit di kalangan remaja akibat ceritanya yang unik dan beda dari film – film horor remaja lainnya yang nongol pada saat itu, dimana umumnya film horor yang nongol di situ hanya menjual film dengan tema pembunuh berantai atau film setan klise lainnya. Film Final Destination pertama bercerita tentang sekelompok remaja yang tadinya ditakdirkan mati oleh Sang Maut, tapi batal akibat salah seorang remaja dari kelompok tersebut mendapat penglihatan tentang kematian tersebut dan mencegah teman – temannya agar tidak mati akibat kejadian tersebut. Sayang, Sang Maut pun tidak terima dengan hal itu dan tetap memburu mereka agar tetap mati, walau dengan cara yang sadis dan juga tidak diduga sebelumnya. Akhirnya, remaja yang mendapat penglihatan tersebut pun mengumpulkan teman – temannya yang masih hidup tersebut untuk menantang Sang Maut sekali lagi dan berusaha untuk bertahan hidup. Film ini pada masa itu didukung oleh bintang – bintang remaja yang memang sedang naik daun pada saat itu, seperti Devon Sawa yang memang langganan jadi aktor utama film – film horor remaja pada saat itu dan dipuja – puja oleh wanita – wanita muda pada saat itu, lalu Kerr Smith yang tengah menanjak namanya lewat seri TV Dawson’s Creek, lalu aktris cantik seksi Ali Larter yang mulai menanjak namanya pada saat itu, sampai pada aktor Seann William Scott yang terkenal sebagai tokoh edian Steve Stifler di film remaja penuh sensasi, American Pie. Tak ayal, film Final Destination pertama langsung laku keras di pasaran dengan penghasilan total 113 juta US$ untuk peredarannya secara internasional ( 53 Juta US$ untuk peredaran di Amerika nya dan 60 Juta US$ secara internasional ), berbanding dengan bujetnya yang hanya 23 Juta US$ saja. Tak hanya itu, film ini akhirnya menelurkan 2 sekuel lainnya ( Final Destination 2 dan Final Destination 3 ) yang ketiganya mengalami pendapatan yang naik turun, dimana Final Destination 2 turun pendapatannya dibanding Final Destination 1 dan Final Destination 3 naik lagi pendapatannya serta menjadi seri Final Destination paling laku.
     Lalu, bagaimana dengan The Final Destination a.k.a Final Destination 4 ( selanjutnya disingkat sebagai FD 4 ) ini? Ceritanya sebenarnya sama saja. Berkisah tentang remaja bernama Nick ( Campo ) yang sedang menonton pertandingan balap mobil NASCAR Racing bersama teman – temannya di sebuah sirkuit balap mobil. Tak diduga, Nick mendapat penglihatan tentang kecelakaan mobil yang gila – gilaan yang menyebabkan dirinya dan teman – temannya tewas secara mengenaskan. Ketakutan, Nick pun berusaha untuk menyelamatkan teman – temannya dari kecelakaan itu dan ternyata, benarlah kejadian yang di”lihat” oleh Nick tersebut. 10 tahun berlalu dan Nick serta teman – temannya pun hidup tenang, sampai akhirnya, Sang Maut yang gak rela untuk melepas Nick dan kawan – kawannya yang masih hidup itu pun akhirnya mulai bertindak untuk kembali mencabut nyawa Nick dan teman – temannya, walaupun dengan cara paling sadis sekalipun. Nick pun berusaha untuk mengumpulkan teman – temannya dan berusaha untuk melawan Sang Maut serta menyelamatkan teman – teman dan dirinya agar bisa bertahan hidup.
     Sekilas, tidak ada yang baru dengan seri The Final Destination ( FD 4 ) yang baru ini. Tapi, tunggu dulu. Anda jangan menelan mentah – mentah begitu saja persepsi saya ini, karena, film ini akan tampil prima dengan mengusung tampilan gambar berformat 3D. Ya, 3D, kata sakti yang sedang diagung – agungkan di dunia perfilman ini pun menjadi senjata maut yang ampuh untuk menarik minat penonton agar mau kembali menyaksikan seri FD 4 yang baru ini. Apalagi, jika anda yang sudah pernah menonton film My Bloody Valentine 3D awal tahun 2009 kemarin ini pun ( baru sekitar bulan Mei 2009 filmnya masuk ke bioskop Indonesia ) pastinya tahu bagaimana dahsyatnya nonton film horor dengan dengan format gambar 3D. Kapak dan pecahan – pecahan benda serta tusukan – tusukan benda tajam yang diarahkan ke arah kita menjadi begitu nyata gambarnya, sehingga kita bisa merasa takut atau secara refleks langsung mengelak ke kiri dan ke kanan. David R. Ellis pun tahu benar dengan hal itu dan dia rela untuk kembali turun gunung menyutradarai FD 4 ini dengan format gambar 3D, walaupun dia jugalah biang kerok kegagalan Final Destination 2 tempo hari akibat tensi ketegangannya yang kurang mantap dibanding seri – seri Final Destination lainnya. Apalagi, film ini memiliki saingan berat dengan hadirnya sesama film horor ”sakit” berjudul Halloween 2 buatan Mbah Rob Zombie yang notabene sukses lewat remake film Halloween tahun 2007 kemarin di Amerika. Namun apapun itu, saya tetap optimis, bahwa film FD 4 ini pasti akan menghibur anda lewat adegan – adegan thrillingnya yang cool dan juga senjata ampuh format gambar 3D nya itu. Apapun kekhawatiran anda, kemungkinan besar, tetap, FD 4 akan mampu menghibur dan menggedor jantung anda. Sesuai dengan tagline film ini, REST IN PIECES, AUDIENCES. HUAHAHAHAHAHAHAHA. XD




Preview
Carriers ( Paramount Vantage_2009 )

Pemain : Lou Taylor Pucci as Danny
Chris Pine as Brian
Piper Perabo as Bobby
Emily VanCamp as Kate

Sutradara : Àlex Pastor dan David Pastor

Rilis =
• 4 September 2009 ( Amerika )
• 29 Agustus 2009 ( Midnight Show Secara Terbatas Di Bioskop BlitzMegaplex Paris Van Java, Bandung, Indonesia )
• 2 atau 4 September 2009 ( Estimasi akan main di Bioskop – Bioskop Indonesia )

     Ingat dengan film – film yang menceritakan tentang pandemi sebuah penyakit di sebuah kota? Anda yang gemar dengan film horor zombie macam seri Resident Evil, Dawn of the Dead, 28 Days Later serta sekuelnya 28 Weeks Later, sampai – sampai film horror zombie jadul buatan Italia seperti Nightmare City dan Zombi 2 serta film thriller seru dengan bintang Dustin Hoffman dan Rene Russo berjudul Outbreak pun pasti hafal dengan ritme film – film bertema seperti ini. Ya, apalagi kalo bukan sekelompok orang yang berusaha untuk kabur dari kota itu dan kemudian berusaha untuk bertahan hidup dari kepungan zombie – zombie maupun virus – virus ganas yang telah menginfeksi satu kota tersebut. Kali ini, sutradara Àlex Pastor dan David Pastor kembali untuk mencoba menampilkan film dengan tema serupa dengan tokoh – tokoh anak muda yang berusaha untuk kabur dan bertahan hidup dari serangan virus di sebuah kota kecil berjudul Carriers
     Ceritanya tentang sekelompok anak muda yang berusaha untuk kabur dari pandemi sebuah virus yng bisa membuat seseorang menjadi zombie dan berusaha untuk bertahan hidup menyeberangi kota – kota kecil yang mereka singgahi untuk bisa sampai ke sebelah barat Amerika. Pemuda – pemudi yang berjumlah 4 orang itupun berusaha untuk lari dan membantu penduduk kota sekitar yang mereka singgahi yang terkena virus tersebut dengan sebisa mereka. Lambat laun, akhirnya mulailah perjalanan ini pun menjadi perjalanan yang penuh liku, perseteruan, penuh kecurigaan, serta rasa saling ketidakpercayaan satu sama lain dengan asumsi, apakah salah satu diantara 4 orang ini ada yang terkena virus tersebut atau tidak serta harapan apakah mereka bisa sampai ke kota barat Amerika tersebut dengan selamat atau tidak. Dengan pergulatan batin diantara mereka, mereka pun akhirnya harus melawan kegelapan dalam diri mereka sendiri, selain juga melawan pandemi virus serta orang – orang yang sudah terinfeksi menjadi zombie agar bisa bertahan hidup.
     Sekilas lewat trailer yang ada, film ini kelihatannya akan bertumpu pada pergulatan batin masing – masing karakter yang ada serta rasa saling trust satu sama lain. Tetap akan ada adegan mencekam seperti dikejar zombie dan lain sebagainya, tapi kelihatannya hal tersebut hanyalah sebagai bumbu penyedap saja. Sutradara Àlex Pastor dan David Pastor ini pun juga belum teruji benar sebagai sutradara sebuah film layar lebar, apalagi film dengan genre ini. Plus, trailer serta promosi – promosi nya pun sayangnya juga kurang menjual dan film ini terkesan hanya sebagai film horor independent saja. Tapi, dengan menjual kekuatan cerita, serta tentunya menjual aktor tampan pujaan wanita yang baru saja berhasil melakoni peran Captain Kirk muda di remake film Star Trek bulan Mei 2009 kemarin ini, Chris Pine, kelihatannya film ini tetap akan menjadi sebuah film yang cukup ok buat ditonton dan kelihatannya cukup ok juga untuk menggedor jantung anda.. Film ini memang sedianya akan diputar di Amerika tanggal 4 September 2009 yang akan datang, tapi, secara eksklusif, Bioskop BlitzMegaplex di Indonesia berhasil mendapat kehormatan untuk memutar film ini lebih awal dalam pertunjukkan Midnight Show sabtu ini, tanggal 29 Agustus 2009 di bioskop BlitzMegaplex Paris Van Java, Bandung sekitar jam 23.30. Untuk yang di Jakarta dan Tangerang, SABAR DULU YE!! Wakakakka. XD.

Senin, 24 Agustus 2009

Review District 9


Review
District 9 ( Tristar Pictures_2009 )

Pemain : Sharlto Copley as Wikus Van De Merwe
  Jason Cope as Grey Bradnam - UKNR Chief Correspondent
  Nathalie Boltt as Sarah Livingstone – Sociologist

Director : Neill Blomkamp

Rilis : 
• 14 Agustus 2009 ( Amerika )
• 15 Agustus 2009 ( Midnight Show di Bioskop – Bioskop Indonesia )
• 20 Agustus 2009 ( Di Bioskop – Bioskop Indonesia )

     Film District 9 merupakan film panjang dari sebuah film documenter berjudul Alive in Joburg yang beredar pada tahun 2005 lalu dengan durasi sekitar 6 menit. Sebenarnya, sang sutradara film Alive in Joburg, Neil Blomkamp, ditawari oleh Peter Jackson untuk membuat film adaptasi dari game terkenal di Amerika, Halo. Sayang, proyek ini semakin tidak jelas juntrungya sehingga Peter Jakson pun merasa tidak enak hati dengan Neil dan langsung saja dia mengucurkan dana sekitar 30 Juta US$ bagi Neil untuk membuat film apapun yang diinginkan oleh Neil. Neil pun memutusakn untuk membuat versi panjang film documenter buatannya sendiri, Alive in Joburg ini menjadi sebuah film utuh untuk konsumsi bioskop dengan title District 9. Di konferensi San Diego Comic Con 2009 kemarin, film ini mengadakan diskusi panel yang menghadirkan Peter Jackson dan Neil Blomkamp dengan para calon penonton film ini serta preview film ini. Film ini edar resmi di Amerika tanggal 14 Agustus 2009 kemarin dan mendapat respon positif dari para penonton dan kritikus film serta berhasil menjadi raja di Box Office tanggal 17 Agustus kemarin dengn hasil pemasukan 3 harinya sebesar 37 Juts US$.

     Film District 9 ini bercerita tentang kontak pertama alien ke bumi yang dimulai sekitar 38 tahun yang lalu. Ketika itu, pesawat UFO besar melayang di atas Afrika Selatan. Manusia bumi pun awalnya menerima kehadiran para alien tersebut di bumi. Tapi, lama kelamaan, mulailah terjadi clash antara alien – alien tersebut dengan manusia dan alien – alien tersebut pun dipaksa untuk kerja paksa dan menetap di sebuah wilayah kumuh bernama District 9. Tak hanya itu, akhirnya dibentuklah pasukan khusus yang dipegang oleh Multi Nasional United ( MNU ), sebuah perusahaan swasta yang akan mendapat keuntungan besar jika berhasil menciptakan senjata yang mampu membunuh alien – alien tersebut. MNU bertugas untuk mengawasi, menginspeksi, bahkan akan mengambil tindakan tegas terhadap alien yang berani untuk melawan mereka, melanggar batas wilayah, dan juga yang melanggar peraturan – peraturan yang telah ditetapkan bagi para alien tersebut. Alien – Alien itupun akhirnya dikenal dengan sebutan Prawn karena memang bentuknya yang mirip dengan udang. Ketegangan memuncak ketika salah seorang petugas lapangan MNU, Wikus van der Merwe (Sharlto Copley), terinfeksi virus alien misterius cair yang berasal dari sebuah kaleng di area District 9 tersebut dan mengubah DNA dirinya menjadi setengah Alien dan setengah Manusia. Tak ayal, Wikus pun akhirnya menjadi manusia ( atau bahkan bisa dikatakan sebagai makhluk? ) yang paling dicari di muka bumi ini. Dia diincar oleh MNU karena dengan DNA dirinya, Wikus bisa menghasilkan senjata mematikan bagi para alien dan tetap harus dibunuh agar bisa dipelajari anatomi tubuhnya dan juga merupakan gangguan paling besar bagi MNU yang bisa mengancam kehidupan manusia. Selain dikejar pihak MNU, ternyata Wikus pun dikejar oleh gangster kanibal yang berisi orang – orang Nigeria yang rela untuk membunuh para Prawn dengan anggapan bahwa dengan memakan dagingnya, mereka akan menjadi Alien yang kuat, tak tertandingi, dan bisa berulah seenak jidat. Sang pemimpin gangster ini pun sangat bernafsu untuk membunuh Wikus dan memakan dagingnya. Wikus pun akhirnya berusaha untuk bertahan hidup dengan bantuan seorang Prawn bernama Christopher yang berjanji untuk mengubah Wikus kembali menjadi manusia asal tabung berisi cairan yang telah menginfeksi Wikus itu bisa kembali ke tangan Christoper. Maka, dimulailah petualangan seru antara 2 makhluk beda spesies ini guna mendapat kemerdekaan mereka masing – masing.
     Secara mengejutkan, film ini justru berbeda dari film – film Alien lainnya, Alien di film ini digambarkan sebagai makhluk yang ternyata memiliki perasaan seperti manusia. Kita bisa lihat ini ketika adegan dimana Christoper dengan mata kepalanya sendiri melihat jasad temannya yang dikuliti dan dijadikan bahan ekperimen oleh para petinggi MNU dan Christoper pun merasa down dengan hal itu, atau ketika Christoper rela berbuat apapun demi keselamatan anaknya dan berusaha untuk pulang ke kapal induknya yang tengah melayang di Afrika Selatan untuk pulang kembali ke planetnya. Film ini justru dengan gamblang berhasil memperlihatkan kepada kita, bahwa para Prawn alias para Alien pun ternyata memiliki hati dan perasaaan juga, sama seperti kita manusia. Sebaliknya, kita, para manusia pun ternyata adalah makhluk keji dan tidak memiliki perasaan serta tidak berperikemanusiaan jika sudah terobsesi dengan suatu hal. Kita bisa lihat di film ini bahwa manusia adalah makhluk serakah yang rela untuk membunuh Prawn maupun manusia yang notabene “satu bangsa” sekalipun hanya untuk tujuan pribadi serta tentunya, uang dan kekuasaan.
     Film ini juga menggunakan format gambar rekaman dri berbagai sudut pandang, entah itu sudut pandang kameramen TV, wartawan yang mewawancarai berbagai nara sumber untuk berteori tentang Wikus dan Prawn, dan juga menggunakan format gambar film biasa, sehingga film ini tidak membosankan dalam hal pengambilan sudut pandang. Film ini tetap berhasil dalam hal special efeknya karena Prawn, Pesawat UFO, serta mesin tempur bangsa Prawn terlihat real. Durasi film ini yang berkisar 105 menit inipun juga pas dan tidak panjang serta enak untuk diikuti.
     Kekurangannya terletak pada kurang digalinya tentang latar belakang bangsa Prawn dan juga sayangnya, spesial efeknya, walaupun terkadang terlihat real, tapi dalam kondisi tertentu pun bisa terlihat bahwa spesial efeknya bisa agak kasar juga Walaupun begitu, tetap spesial efeknya tergolong jempolan dan tidak sekasar Cloverfield, walaupun mutu special efeknya kadang naik turun. Selain itu, saya juga agak bingung dalam hal sudut pandang. Di satu sisi, sudut pandang yang berubah – ubah itu tergolong kreatif dan juga merupakan sifat friendly bagi para penonton yang kurang bisa menonton film full documenter; tapi di sisi lain, saya merasa bahwa film ini justru terkesan bingung dalam hal menentukan genre nya, apa maunya jadi film documenter full atau mau focus ke format gambar bioskop aja. Selain itu, film in pun tergolong sadis akbat cukup banyaknya adegan – adegan yang tergolong sadis, seperti badan meledak, dibelek, dipotong, dan lain sebagainya. Jika anda tidak tahan dengan hal itu, bisa dikhawatirkan orang – orang yang tadinya mengharapkan full action tanpa kesan gory yang berlebih, akan muntah di bioskop. He3. XD.
     Overall, di balik semua kekurangan tersebut, bisa dikatakan, District 9 merupakan film yang lain dan berani tampil beda dibanding film dengan genre – genre tentang Alien lainnya. Dengan pesan cerita serta sindiran yang cukup sakit bagi para manusia ketika melihat film ini, tema dan pesan ceritanya yang tidak biasa, sifat friendly dalam hal sudut pandang, serta kemampuan Neil dalam hal mengaduk emosi penonton pun berhasil dieksekusi oleh sutradara debutan baru ini, mirip seperti awal – awal karier sutradara Zack Snyder ketika membuat Dawn of the Dead saat itu yang berani tampil beda dan juga sama – sama berhasil dalam hal menyajikan film action seru dan juga thrilling dan berhasil membawa emosi penontonnya naik turun. Film ini bisa saya katakan cocok bagi anda yang mencari film hiburan, atau mencari film tentang Alien yang beda dari yang lainnya, atau sekedar nonton bareng pacar di weekend ini jika sudah menonton The Proposal dan sedang mencari film berikutnya yang akan ditonton lagi atau, pas juga bagi anda yang baru mau belajar menonton film dokumenter.karena sudut pandangnya yang berbeda – beda dan tidak melulu diambil dari sudut pandang documenter. Tak sia – sia ternyata Peter Jackson mengucurkan dana sekitar 30 Juta US$ kepada Neil Blomkamp karena sang sutradara behasil membuat sebuah film bagus, baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehinggan bisa membayar kepercayaan sang produser dan tentunya, film ini bisa menjadi resume bagus bagi Neil untuk bisa menggarap film – film lainnya. Good job brother!

Point :
Cerita          = 8 / 10
Pemeran     = 7 / 10
Kriteria khusus :
Action           = 7 / 10
Special Efek = 7 / 10
Unsur Hiburan
Dan Pesan 
Moral            
= 8 /10
Total             = 7,5 / 10

 
Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis



Preview The Hangover


Preview 
The Hangover
Pemain : Bradley Cooper as Phil Wenneck
                 Ed Helms as Stu Price
                 Zach Galifianakis as Alan Garner
                 Justin Bartha as Doug Billings
                 Mike Tyson as himself

Director : Todd Phillips

Rilis : 
• 5 Juni 2009 ( Amerika )
• 22 Agustus 2009 ( Midnight Show di Bioskop – Bioskop Indonesia )
• 26 Agustus 2009 ( Di Bioskop – Bioskop Indonesia )

   
     The Hangover tadinya merupakan sebuah film under – estimate akibat gempuran film – film besar selama Musim Panas 2009 ini. Tapi siapa sangka, di tengah gempuran yang ada, film komedi gila – gilaan ini begitu perkasa dalam hal performa Box Office nya, sama seperti film The Proposal. Selama 3 hari pemutarannya di Amerika tanggal 5 Juni lalu, fim ini langsung mengeruk 45 juta US$, menjadi raja tangga Box Office pada minggu itu, serta langsung meng – KO film yang tadinya diharapkan akan lebih sukses ketimbang The Hangover, yaitu Land of the Lost yang notabene merupakan film dengan bujet lebih besar serta lebih dipromosikan gila - gilaan ketimbang The Hangover. Tak hanya itu, film ini pun juga banyak menuai pujian dari para kritikus dan juga para audience yang telah menyaksikan film ini. Sebenarnya, apa sih formula film ini sehingga bisa tampil prima dan mantap dalam tangga Box Office serta disukai oleh publik di Amerika sana?
    Ada baiknya, kita liat sekilas ceritanya. Berkisah tentang Doug yang sebentar lagi akan menikah dengan seorang wanita, tepatnya, Doug akan menikah sekitar 2 hari lagi. Temen – temen Doug yang merupakan gerombolan edan dan juga slenge’an yang terdiri dari Phil, Stu, dan Alan, membawa dengan paksa Doug ke Las Vegas untuk mengikuti pesta bujangan. Pesta berlangsung gila – gilaan dan kacau balau sampai akhirnya, trio edan dan Doug pun kecapaian dan tertidur pulas di kamar hotelnya. Pagi – pagi buta, trio edan itu kalang kabut karena Doug menghilang dan mereka ternyata mendapati hal – hal ajaib yang tidak bisa mereka duga sebelumnya, seperti menemukan seekor macan di kamar mandi dan bayi berusia enam bulan di kamar mereka di hotel Caesars Place. Satu hal yang juga tidak mereka temukan adalah Doug. Kalang kabut, tidak ada petunjuk, dan dikejar oleh waktu, trio edan ini pun berusaha untuk menemukan dan membawa pulang Doug agar bisa menghadiri pernikahannya sendiri dan berusaha untuk mencari tahu, sebenarnya, apa sih yang telah terjadi selama 1 malam sebelumnya yang gila – gilaan tersebut serta berusaha untuk mencari pemecahan masalahnya masing – masing.
     Dengan premise seperti ini, penonton pun akhirnya mau tak mau diajak untuk penasaran juga untuk menonton filmnya. Apalagi, ketiga performa trio edan inipun katanya super kocak dengan kualtas filmnya yang juga lucu dan bagus. Walaupun begitu, kita tidak bisa serta merta juga mengambil kesimpulan bahwa film ini juga akan sebagus yang telah dikatakan oleh para audience di Amerika sana. Salah satu faktornya adalah perbedaan gaya komedi antara orang bule Amerika sana dengan gaya komedi di Indonesia. Ya, terkadang, selera komedinya berbeda sehingga bisa menyebabkan audience di negeri ini bisa tidak cocok selera komedinya dengan audience di Amerika sana sehingga bisa menyebabkan filmnya dianggap garing dan kurang lucu oleh negara selain Amerika. Seperti misalnya film Borat yang dikatakan lucu di Amerika Serikat tapi kurang lucu di Indonesia, atau film America Pie yang terkenal dengan komedi sex remaja paling OK di Amerika tapi kurang kena kocaknya bagi penonton Indonesia dan malah terkesan dicap sebagai film porno. 
     Tapi apapun itu, untuk hari ini, bagi anda yang minggu depan menjadwalkan ingin nonton film ringan menghibur, The Hangover bisa menjadi pilihan anda. Kita akan lihat, sampe sengocol apa film ini dan juga mencai tahu jawaban – jawaban atas ”misteri” yang terjadi di sekeliling trio edan ini. WE’LL SEE!!!


Selasa, 18 Agustus 2009

Preview The Proposal


Preview
The Proposal ( Touchstone Pictures_2009 )
Cast : Sandra Bullock as Margaret Tate
Ryan Reynolds as Andrew Paxton

Director : Anne Fletcher
Rilis:
• 19 Agustus 2009 ( Di Bioskop – Bioskop Indonesia )
                          • 19 Juni 2009 ( Amerika Serikat )

     Anda pasti kenal dengan aktris cantik Sandra Bullock donk? Jika anda lupa, masih ingat dengan sosok Annie, supir bus wanita dadakan di film hit Speed bersama Keanu Reeves alias Kang Nunu? Ya, pastinya, anda ingat dengan aktris cantik yang meroket namanya lewat film Speed ini. Kali ini, Sandra kembali menghibur penonton lewat film drama komedi romantis The Proposal, bersama dengan lawan mainnya, the newest macho man, Ryan Reynolds.
     Ceritanya simple. Seorang editor buku terkenal, disegani di kantornya, tapi berstatus single, Margaret ( Bullock ) terancam di deportasi ke negara asalnya, Kanada. Karena sudah hidup mapan di Amerika, Margaret pun ketakutan, sampai akhirnya, tanpa sengaja, Andrew ( Reynolds ), bawahannya yang selalu ditindas olehnya, masuk ke ruangannya dan langsung lah terpikir ide ”brilian” Margaret agar dia tidak dipecat, yaitu berbohong kepada pihak imigrasi bahwa dia dan Andrew akan segera menikah. Andrew pun kaget setengah mati dan kelabakan dengan hal itu, apalagi, dia harus segera pulang ke Alaska untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarganya di Alaska. Andrew awalnya tidak setuju dengan hal gila ini, tapi, akhirnya setuju dengan syarat 2 hal yang diinginkan Andrew bisa dipenuhi oleh Margaret, yaitu Andrew bisa mendapat posisi sebagai editor dan naskah tulisannya bisa di publish menjadi buku. Margaret pun dengan berat hati mengiyakan hal tersebut. Andrew dan Margaret pun akhirnya pergi ke Alaska dan disana, mereka mulai hidup seperti pasangan yang hendak menikah. Lalu, bagaimana dengan ending film ini? Apakah rencana bohong – bohongan Margaret bisa berjalan sukses? Kayaknya, anda – anda yang suka dengan genre drama komedi romantis seperti ini pasti sudah tau dengan endingnya deh. He3. XD.
     Secara tak terduga, film ini dengan perkasa langsung menjadi sleeper hit di Amerika Serikat sana. Dengan torehan 33,6 juta US$ selama 3 hari pemutarannya, film ini langsung merajai tangga Box Office pasca pertengahan bulan Juni waktu itu. Sampai sekarang, film ini telah memperoleh pendapatan sekitar 157 juta US$ hanya untuk peredarannya di Amerika Serikat nya saja dan total 250,7 juta US$ dari peredarannya secara internasional. Luar biasa? Jelas, karena film ini awalnya tidak terlalu diperhitungkan akibat gempuran film – film lawas di musim panas tahun 2009 ini, apalagi, seminggu sebelum film ini dirilis, muncul film The Taking of Pelham 1 2 3 yang lebih dijagokan untuk meraup laba yang lebih besar ketimbang film ini, kemudian ancaman film The Hangover yang secara mengejutkan juga bisa merajai tangga Box Office di Amerika selama 2 minggu berturut – turut ( film The Hangover ini akan saya jadikan preview nanti ke depannya jika film ini akan segera muncul di bioskop – bioskop tanah air ), dan seminggu setelah film ini diedarkan, akan datang film raksasa Transformers : Revenge of the Fallen. Tapi, film ini sepertinya tidak gentar dengan gempuran film – film besar di sekelilingnya dan tetap melaju dengan konstan di tangga Box Office.
     Dari trailer filmnya, film ini memang menjual kekocakan dan juga romantisme semata. Dari segi cerita...................ah, kayaknya sudah basi kali ya. Tak perlu dibahas dari segi cerita karena menurut prediksi saya, yah ceritanya hanya begitu – begitu saja, tak ada yang beda dengan film – film lain yang meiliki genre yang sama. Saya rasa, film ini cocok bagi anda yang ingin mengajak pasangan anda menonton di bioskop untuk pekan ini karena filmnya yang saya prediksi akan lucu, menghibur, dan tentunya romantis ini. Apapun hasilnya nanti, film ini akan dinilai secara pasti pada saat filmnya beredar minggu ini ( hari rabu tanggal 19 Agustus 2009 ). So, just sit, relax, and enjoy the romatism and the laugh. He3. XD. 


Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis