Kamis, 26 Agustus 2010

Preview Piranha ( a.k.a Piranha 3D )


Preview

Piranha ( a.k.a Piranha 3D ) ( Dimension Films_2010 )

Pemain :

  • Elisabeth Shue as Sheriff Julie Forester
  • Adam Scott as Novak Radzinsky
  • Steven R. McQueen as Jake Forester
  • Ving Rhames as Deputy Fallon
  • Jerry O'Connell as Derrick Jones
  • Jessica Szohr as Kelly Driscoll
  • Kelly Brook as Danni
  • Riley Steele as Crystal
  • Christopher Lloyd as Mr. Goodman
  • Richard Dreyfuss as Matthew Boyd
  • Eli Roth as Wet T-shirt Contest Host
  • Ricardo Chavira as Sam
  • Dina Meyer as Paula Montellano

Sutradara : Alexandre Aja

Rilis =

  • 20 Agustus 2010 ( Amerika Serikat )
  • 26 Agustus 2010 ( Main di Bioskop Indonesia )

P

enggunaan teknik 3D dalam sebuah film merupakan hal yang sedang booming – boomingnya akhir – akhir ini. Berbagai genre film yang menggunakan teknik 3D pun semakin menjamur. Mulai dari film kartun, action, hingga horror pun ramai – ramai untuk menggunakan teknik film teranyar yang satu ini. Walaupun sebenarnya teknik 3D di dunia perfilman sempat berkembang pada tahun 1950-an, serta sempat bangkit kembali pada tahun 1960 hingga 1980-an kemudian mati suri lagi, sejak sekitar tahun 2000, film – film 3D mulai muncul kembali. Film – film seperti Spy Kids 3-D: Game Over, The Adventures of Sharkboy and Lavagirl in 3-D, The Polar Express, Monster’s House, dan lain – lain, adalah film – film awal kejayaan dan kebangkitan 3D. Khusus untuk film horror, hingga saat ini, sudah tercatat sekitar 4 judul film yang sudah menggunakan teknik 3D. Film – film tersebut diantaranya adalah My Bloody Valentine, The Hole, The Final Destination, hingga film horror Jepang berjudul The Shock Labyrinh pun sudah menggunakan teknik 3D sebagai presentasi visual filmnya. Dan sekarang, saatnya film Piranha siap untuk unjuk gigi menakut – nakuti penonton lewat bersajian adegan – adegan sadis dalam format 3D, yang pastinya, akan membuat penonton mengalami ketakutan dan juga sport jantung + adrenaline yang nyata ke hadapan penonton.

Film Piranha ini merupakan remake dari film berjudul sama karya Joe Dante yang dirilis pada tahun 1978 dan memiliki sekuel berjudul Piranha 2 : The Spawning yang beredar pada tahun 1981 yang disutradarai oleh sutradara yang terkenal sekitar 10 tahun kemudian, yaitu James Cameron. Uniknya, film Piranha ini sebenarnya sudah pernah dibuat remakenya pada tahun 1995, walaupun tergolong tidak sukses. Kini, 15 tahun berselang sejak versi remakenya beredar dan sekitar 22 tahun setelah film pertamanya beredar, Dimension Films kembali membuat versi remakenya, dengan penambahan efek 3D, sehingga diharapkan mampu membuat penonton ketakutan dengan adegan – adegan sadis dan juga mengerikan yang nyata pada filmnya.

Film Piranha ini tergolong film dengan cerita yang tidak ribet dan tergolong simple. Suatu ketika, terjadi gempa di sebuah danau bernama Lake Victoria, Arizona. Gempa tersebut menyebabkan terjadinya patahan pada dasar danau. Patahan tersebut ternyata membuka jalan bagi ratusan piranha purba ganas yang lapar dengan daging dan juga darah. Mulailah perburuan para piranha purba tersebut untuk mendapatkan daging dan juga darah segar guna menuntaskan rasa lapar mereka yang telah mereka pendam selama beribu – ribu tahun akibat terkurung di dasar danau. Dan hal tersebut mereka dapatkan dari sebuah pesta besar di Lake Victoria yang sedang mengadakan ajang pesta bikini terbesar guna menyambut liburan musim semi. Sekelompok orang yang terdiri dari 2 orang sherrif wilayah Arizona, yaitu sheriff Julie Forester, deputy Fallon, seismologist Novak beserta kedua partnernya yaitu Sam dan Paula, berjuang untuk menyelamatkan para turis yang sedang berpesta di Lake Victoria tersebut, serta menyelamatkan anak – anak Julie, yaitu Jake, Laura, Zane, serta Kelly ( pacar Jake ) dari serangan piranha purba yang sangat buas dan juga sangat lapar tersebut.

Simple banget kan ceritanya?? He3. XD. Yap. Memang, film piranha 3D tidak menjual cerita yang sangat berbobot, layaknya film Inception misalnya. Film ini memang dikhususkan untuk menghibur penonton lewat berbagai adegan pemacu jantung + adrenaline para penonton filmnya. Hampir sama seperti film My Bloody Valentine 3D atau The Final Destination tempo hari, penonton akan digedor jantung dan juga dipacu adrenaline nya lewat berbagai adegan seru yang diharapkan mampu dirasakan oleh para penonton lewat suguhan format 3D. Kalau dalam kedua film tersebut, adegan – adegan memorablenya seperti adegan kapak yang hampir mengenai penonton, adegan pistol yang melayang ke arah kita, pasak tiang yang hendak menusuk penonton, dan banyak adegan memorable lainnya, maka lewat Piranha 3D, penonton diharapkan bisa merasakan bagaimana rasanya digigit oleh beribu – ribu piranha purba yang ganas dan kelaparan, serta mampu merasakan teror hingga bentuk piranha purba yang menyeramkan secara lebih real dan juga mantap.

Untuk sektor pemain, film ini didukung oleh bintang – bintang seadanya saja, seperti Elisabeth Shue, Ving Rhames, Richard Dreyfuss, Adam Scott, Steve R McQueen, Jesica Sczhor, Christopher Lloyd, Jerry O’Connell, Dina Meyer, hingga 2 bintang sensual Kelly Brook dan juga Riley Steele, plus penampilan cameo dari sutradara sinting bernama Eli Roth sebagai MC Wet T-Shirt Contest. Dari jajaran cast, bisa dibilang memang film ini tidak ambil pusing untuk menjual bintang ternama supaya bisa menjadi pendongkrak nilai jual film ini. Namun, dari nama sutradara, Alexandre Aja adalah sutradara spesialis film – film horror thriller yang pandai menggedor jantung serta menaik turunkan adrenaline penonton lewat berbagai adegan – adegan seru dan juga menyeramkan dan bisa dikatakan sadis. Resume film – filmnya sudah membuktikan hal tersebut. Haute Tension ( film horror slasher Prancis ), remake The Hills Have Eyes, P2 ( sebagai produser ), hingga horror thriller Mirrors adalah film – film karyanya yang sudah terbukti ampuh untuk menakut – nakuti penonton. Walaupun hasilnya tidak pernah memasuki angka US$ 100 juta, namun biasanya filmnya mengalami balik modal sekitar hingga 3 kali lipat dari budget produksinya. Kini, dengan berkembangnya penggunaan teknologi 3D, Aja pun mengajukan ide untuk membuat sebuah film dengan gagasan bagaimana rasanya penonton bisa merasakan rasanya digigit oleh ratusan piranha purba dan juga bisa merasakan berbagai adegan sadis yang mencekam ke hadapan penonton. Walaupun film ini memang mengalami kendala dalam pembuatannya serta memakan waktu sekitar 1 tahun untuk penyelesaian syuting film ini akibat berbagai kendala teknis ( sepeti penyesuaian suhu air serta cuaca di lokasi syuting, pengecatan warna merah ke dalam danau yang bisa meyebabkan pencemaran lingkungan, dan lain – lain ) ditambah dengan proses convert film ini dari 2D menjadi 3D ( walaupun tetap pada rencana awal, Piranha 3D memang direncanakan akan beredar dalam format 3D ) yang memakan waktu 1 tahun, serta menggunakan sekitar 1000 orang figuran, namun hasilnya kelihatannya tidak sia – sia. Terbukti, film ini memperoleh pendapatan yang cukup bagus di minggu pertamanya serta kelihatannya film ini akan balik modal pada minggu ketiga film ini beredar ( budget produksi hanya memakan US$ 24 juta, sedangkan untuk minggu pertama, film ini berhasil meraih pendapatan US$ 10,1 juta ). Selain itu, review film ini di Amerika rata – rata positif dan menyebut film ini sebagai film paling menghibur untuk summer tahun ini serta merupakan salah satu film dengan teknoloi 3D terbaik untuk tahun ini.

Sebagai film dengan misi utama lebih mengutamakan hiburan ketimbang cerita atau naskah yang berbobot, maka film ini memang hanya berorientasi pada adegan – adegan yang menghibur saja. Selebihnya, penonton tidak akan ditawari hal – hal lain selain hiburan semata. Film seperti ini memiliki resiko tersendiri, dimana ketika adegan – adegan hiburan yang ditampilkan justru tidak memuaskan penonton, maka poenonton akan merasa kecewa dan tersiksa menyaksikan keseluruhan film ini. Selain itu, film dengan tema gory seperti ini, biasanya segmentasi penonton pun terbatas, sehingga bisa membuat film ini menjadi kurang penonton akibat tema gory nya yang cukup banyak dank eras. Dan yang paling mengecewakan adalah, hingga preview diturunkan, film Piranha masih beredar dalam format 2D saja di bioskop – bioskop, bukan versi 3D nya. Kemungkinan versi 3D nya akan sedikit terlambat beredar karena menurut informasi yang didapat, master film untuk format 3D nya baru sampai ke tangan Badan Sensor Film ( BSF ) pada hari ini. Hal ini justru bisa membuat penonton yang sangat menanti – nantikan format film 3D nya menjadi sedikit kecewa dan harus menunggu hingga format 3D nya beredar di bioskop nanti. Akibatnya, bisa jadi format 2D filmnya sepi peminat dan penonton lebih memilh untuk menunggu terlebih dahulu format 3D nya beredar nanti.

Overall, film Piranha tetaplah menjadi sebuah film yang sebenarnya boleh ditonton minggu ini. Namun, hati – hati, film ini memiliki content yang dewasa, karena cukup sadis, cukup banyak adegan berdarah – darah, dan juga cukup banyak adegan yang cukup “berani”. Sangat disarankan oleh para pemilik bioskop, untuk menyeleksi penontonnya, dan hanya memperbolehkan film ini ditonton oleh usia yang pantas untuk bisa menonton filmnya saja. Saya juga percaya, karena film ini lulus sensor dari BSF, maka film ini minimal mempunyai konten yang sudah diseleksi ketat terlebih dahulu sebelum film ini beredar. So, bagi anda penggemar berat film horror, apalagi jika jenisnya tentang monster dan makhluk – makhluk aneh nan seram, serta mengandung unsur 3 B ( Blood, Breast, Beast ), maka Piranha adalah film yang wajib ditonton minggu ini. Ada baiknya memang jika film ini sebaiknya ditonton versi 3D nya saja, karena sajian 3D nya lah yang sebenarnya unik dan juga beda dibanding film – film horror monster lainnya. Jika anda cukup sabar menunggu, maka mungkin film ini akan anda tonton ketika versi 3D nya keluar. Tapi, jika sudah tidak sabar, boleh – boleh saja kok menonton film ini. Nikmati saja unsur fun dan juga thrilling nya tanpa perlu memeras otak untuk memahami cerita filmnya. He3. XD. Akhir kata, selamat menonton.

Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis

Trailer:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar