Sabtu, 10 Juli 2010

Review Despicable Me


Review

Despicable Me ( Universal Pictures_2010 )

Pengisi Suara :

Sutradara : Pierre Coffin dan Chris Renaud

Rilis =

  • 9 Juni 2010 ( Amerika Serikat )
  • 9 Juni 2010 ( Main di Bioskop Indonesia )

Dalam hidup ini, kita pastinya akan melakukan satu hal untuk bertahan hidup, yaitu, bersaing dengan makhluk atau manusia lain. Persaingannya pun bisa dalam bentuk sehat dan juga tidak sehat. Nah, jika yang bersaing ternyata adalah penjahat nomor 1 dan nomor 2 di dunia, apa yang akan terjadi? Pastinya, akan terjadi persaingan seru dalam hal curi mencuri sebuah benda yang sangat berharga di muka bumi ini. Ya. Inilah yang terjadi dalam film animasi terbaru produksi Universal Pictures yang bekerjasama dengan Illumination Entertainment berjudul Despicable Me.

Orang dibalik pembuatan film Despicable Me ini adalah Chris Meledandri, mantan orang penting di Walt Disney Pictures dan juga 20th Century Fox Animation. Bersama dengan 20th Century Fox Animation, pria berusia 51 tahun ini berhasil menghasilkan berbagai film kartun yang mensukseskan 20th Century Fox, diantaranya adalah Trilogy Ice Age, Robots, The Simpsons Movie, Dr. Seuss Horton Hears a Who!, dan juga Alvin and the Chipmunks. Keluar dari Fox, dia lalu mendirikan studio animasi pribadinya bernama Illumination Entertainment dan mengikat kontrak secara eksklusif bersama Universal Pictures. Untuk memperkuat film animasi yang merupakan produk pertama Universal Pictures ini, maka direkrut lah beberapa nama aktor dan komedian yang sudah terkenal di kalangan para penonton, seperti Steve Carell, Jason Segel, komedian sableng asal Inggris bernama Russell Brand, aktris watak Julie Andrews, hingga komedian Ken Jeong yang baru – baru ini memenangkan penghargaan dari MTV Movie Award untuk kategori The Best WTF Moment sekaligus menerima nominasi sebagai The Best Villain pada ajang yang sama.

Film ini berkisah tentang seorang pria bernama Gru ( Carell ). Dia adalah seorang pria dewasa yang memiliki karier yang tidak pernah diduga oleh orang banyak sebelumnya, yaitu seorang pencuri nomor 1 dalam list daftar pencarian pencuri oleh pihak berwajib di seluruh dunia. Ide – idenya yang ajaib dan terkesan briliant membuatnya dikenal sebagai penjahat paling dicari di muka bumi ini. Sayangnya, semua itu telah berakhir karena Gru memiliki saingan terberat dalam kariernya sebagai seorang pencuri nomor wahid, yaitu seorang pencuri muda bernama Vector ( Segel ). Merasa tidak mau disaingi oleh Vector dan berusaha untuk meraih kembali “tempat kehormatannya” sebagai seorang pencuri paling wahid sedunia, Gru pun mempunyai rencana paling gila sekaligus paling keren dalam sejarah dunia pencurian di muka bumi ini, yaitu Gru berencana untuk mencuri bulan! Ya. Bulan. Bukannya Kue Bulan loh yang diincar oleh Gru, melainkan benar – benar Bulan yaitu sebuah benda angkasa yang berbentuk bulat dengan permukaan tidak rata. Dibantu oleh kawanan Minions yang merupakan anak buahnya dalam melakukan setiap aksi pencurian plus dukungan peralatan canggih dari temannya yang seorang ilmuwan dan pencipta agak “miring” bernama Dr. Nefario ( Brand ), maka dimulailah perencanaan matang Gru untuk mencuri bulan. Sebenarnya, semua rencana dan pelaksanaan pencurian tersebut bisa berjalan dengan mulus jika saja dia tidak diganggu oleh kehadiran 3 orang anak kecil bernama Margo, Edith, dan Agnes yang sedang mencari figur sosok ayah yang ideal. Ditambah lagi, Vector berusaha untuk menghentikan setiap langkah Gru untuk mencuri bulan. Berhasilkan Gru menjalankan misinya dan juga mengembalikan citranya sebagai seorang pencuri paling wahid dan terkenal di muka bumi ini? Well, menarik untuk disaksikan kisah petualangan Gru dan kawan – kawan dalam film yang memiliki 2 jenis format ini, yaitu 2D dan 3D.

Bisa dikatakan, kelihatannya Universal cukup tergiur untuk masuk ke persaingan dalam dunia film animasi yang biasanya dipegang oleh 3 studio animasi terbesar di perfilman Hollywood saat ini, yaitu Disney / Pixar, DreamWorks Animation, dan juga 20th Century Fox Animation. Walaupuna akhir – akhir ini studio film Sony Pictures Animation juga ikut meramaikan persaingan dunia film animasi di Hollywood, namun masih belum bisa dikatakan bersinar seterang 3 pesaingnya yang telah saya sebutkan tadi. Sekarang, dengan bantuan mantam orang penting yang telah menimba pengalaman di Walt Disney Pictures dan juga 20th Century Fox Animation bernama Chris Meledandri, Universal yakin dan langsung mendaftarkan film animasi pertama mereka ini pada masa summer. Dengan ketatnya persaingan yang ada pada parade Summer Movies tiap tahunnya, Universal merasa yakin dan optimis bahwa Despicable Me pun bisa sukses besar walaupun dikepung oleh film The Twilight Saga : Eclipse seminggu sebelumnya, harus berhadapan head to head dengan Predators pada minggu yang sama, dan harus berhadapan dengan 2 lawan tangguh sekaligus pada minggu depannya, yaitu The Sorcerer’s Apprenctice keluaran Disney dan juga Inception keluaran Warner Bros Pictures.

Lalu, bagaimana dengan hasil akhir film ini?? Bisa dikatakan, sebagai sebuah proyek perdana Universal dan Illumination Entertainemnt, mereka berdua berhasil mengerjakan sebuah film animasi dengan hasil yang cukup baik dari segi animasi, hiburan, dan juga pesan cerita yang cukup mendalam. Dari segi animasi, hasil animasinya tergolong bagus dan halus. Warna – warna cerah dan juga disain karakternya yang tergolong lucu dan unik ( apalagi disian para Minions nya yang lucu dan juga menggemaskan ), membuat film ini terasa baik dari segi animasi. Illuminaton Entertainment cukup bekerja keras dengan animasinya dan hasilnya cukup baik sebagai animasi pertama keluaran pertama mereka.

Dari segi hiburan, film ini juga berhasil mengocok perut penonton dari awal hingga akhir film. Tidak selalu menampilkan adegan kocak berbau slapstick, bisa dikatakan film kartun berbujet US$ 110 juta ini lebih memancing tawa penonton lewat tingkah lucu yang ditimbulkan akibat persaingan Vector dengan Gru dalam memperebutkan posisi penjahat nomor 1 di dunia ini; keluguan dan kelucuan ketiga anak angkat Gru, yaitu Margo, Edith, serta Agnes; dan tentu saja, tingkah laku para Minions yang begitu kocak, lucu dan juga menghibur di sepanjang film. Para Minions di film ini bisa dikatakan hampir mirip porsinya seperti tokoh Scrat poada film buatan Meledandri sebelumnya, yaitu Ice Age. Namun di film ini, Minions justru memiliki porsi dan peranan yang lebih besar dan lebih mengena sebagai tokoh pembantu yang sering menolong dan membantu Gru dalam menjalankan setiap aksinya serta dengan sangat berhasil membuat penonton tertawa terpingkal – pingkal lewat tingkah lakunya yang kocak, bentuknya yang lucu, dan juga suaranya yang unik. Tokoh ketiga anak kecil Margo, Edith, dan Agnes pun juga begitu lucu dan menggemaskan. Gru sendiri sebagai tokoh utama pun juga berhasil mengocok perut penonton lewat tingkahnya yang menyebalkan tapi juga kesepian dan mulai berubah perangainya akibat ketiga anak angkatnya. Vector juga berhasil memancing gelak tawa penonton akibat perbuatannya yang selalu kocak dan juga menyebalkan. Bahkan, sampai pada karakter Newscaster di film inipun juga dibuat lucu dengan tampilan mirip seperti presenter terkenal asal Amerika, Jay Leno. Semua karakter yang ada pada film ini, baik itu hanya merupakan cameo, cukup berhasil menghibur penonton lewat tingkah laku mereka masing – masing.

Untuk pesan cerita, film ini juga memiliki pesan cerita yang cukup kuat dan juga sindiran yang cukup mengena. Beberapa hal yang bisa kita pelajari lewat film ini adalah tentang persahabatan, kekeluargaan, serta rasa saling berbagi dan menyayangi satu sama lain. Sindiran cukup mengena juga ditujukan kepada orang tua, dimana cara mendidik orang tua terhadap anak – anaknya bisa sangat mempengaruhi masa depan serta psikis sang anak untuk ke depannya. Dalam film ini, bisa kita lihat bahwa Gru kurang kasih sayang dari sang ibu yang merupakan seorang single parent. Setiap usaha yang dilakukan Gru untuk membuat sang ibu bangga dan sayang kepadanya sayangnya tidak ditanggapi dengan serius oleh sang ibu. Akibatnya, Gru tumbuh menjadi pribadi yang tidak peduli dengan orang – orang sekitarnya dan cenderung menjadi kesepian.

Nilai minus hanya terletak pada beberapa kelucuan Minions yang mungkin terlihat agak kasar di beberapa bagian, khususnya untuk anak – anak. Selain itu, cerita di film ini sebenarnya cenderung standard dan biasa saja. Walaupun fiiilm ini tetap memiliki pesan cerita yang bagus, namun ceritanya tergolong standard. Di sisi lain, hal ini bagus untuk anak – anak. Di sisi lain, cerita yang standard inipun bisa membosankan bagi orang dewasa yang menyaksikannya.

Para pengisi suara di film ini bekerja dengan baik. Steve Carell yang berhasil menghidupkan karakter Gru dengan aksen Transilvania nya, kemudian Jason Segel yang berhasil menghidupkan karakter Vector dengan suara menyebalkan dan cenderung meremehkan orang – orang di sekitarnya, trio pengisi suara anak kecil asuhan Gru pun juga berhasil menghidupkan karakter dari masing – masing karakter, seperti Margo yang cenderung dewasa dan paling perhatian terhadap adik – adiknya, Edtih yang cenderung cuek dan tomboy, serta Agnes yang cenderung lugu dan kekanak – kanakan, serta penampilan tidak biasa dari aktor Rusell Brand yang berhasil menghidupkan karakter Dr. Nefario yang nyentrik serta perhatian dengan Gru, dan yang paling menjadi bintang adalah pengisi suara para Minions, yaitu Jemaine Clement, yang berhasil menyuarakan tokoh para Minions lucu dengan suara yang khas, berbeda – beda, tapi juga menggemaskan. Semua pengisi suara benar – benar bermain mantap untuk menghidupkan karakter mereka disini.

Overall, film Despicable Me ini bisa dikatakan sebagai sebuah film kartun dengan mutu yang bagus dan juga baik pada banyak sisi. Kelihatannya, sang produser, Chris Meledandri, tetap berpegang pada pedoman keberhasilan film Ice Age yang dibesut olehnya tempo hari ketika menghidupkan divisi film kartun bagi 20th Century Fox. Bisa dikatakan, film Despicable Me ini cukup mirip dengan Ice Age dulu, tapi bedanya, Despicable Me terasa lebih bagus, lebih unggul, dan lebih mengena bagi penonton semua kalangan tanpa terkecuali. Animasi yang bagus, humor yang pas, serta pesan cerita yang baik, didukung dengan barisan pengisi suaranya yang mau bekerja keras untuk menghidupkan karakter yang ada pada film ini, membuat film ini patut diberikan penghargaan yang bagus dan juga baik dari para penonton. Dijamin, penonton yang membutuhkan film kartun bagus dan bermakna di minggu terakhir liburan anak – anak sekolah, akan puas dengan hasil akhir film ini. Good job Meledandri. So, bagi para penonton, selamat menonton dan selamat terhibur serta tertawa terpingkal – pingkal dengan tingkah laku para Minions dan kekenyoloan yang ada pada film ini. He3. XD.

Point :

Cerita = 7 / 10

Pengisi Suara = 8 / 10

Kriteria khusus :

Humor = 7 / 10

Animasi = 7 / 10

Pesan Cerita = 8 / 10

Total = 7 / 10

Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis

Trailer 1:

Trailer 2:


Trailer 3:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar