Sabtu, 16 Oktober 2010

Preview Step Up 3D


Preview
Step Up 3D ( Step Up 3 )
( Summit Entertainment & Touchstone Pictures_2010 )


Pemain :
  • Rick Malambri as Luke Katcher
  • Sharni Vinson as Natalie
  • Adam Sevani as Robert "Moose" Alexander III
  • Alyson Stoner as Camille Gage

Sutradara : Jon Chu



Rilis =
  • 6 Agustus 2010 ( Amerika Serikat )
  • 12 Oktober 2010 ( Main di Bioskop Indonesia, exclusive hanya di XXI )

Film dance dengan format 2D?? Ah, itu sudah biasa. Basi. Sudah banyak film dengan tema dance yang diangkat ke layar lebar. Sebut saja film Dirty Dancing, Saturday Night Fever, Grease, hingga era MTV di tahun 2000-an seperti Stomp The Yard, Step Up dan Step Up 2 the Streets. Bosan juga jika melihat film dance dengan cerita dan teknologi gambar yang itu – itu saja walaupun sudah dibantu dengan koreografi tari yang semakin hari semakin terlihat keren saja. Namun, film dance dengan format gambar 3D?? Nah, ini baru terobosan baru!! Teknologi 3D memang sedang menumental saat ini. Tak heran, banyak genre film yang langsung mengaplikasikan teknologi 3D dalam film – film buatan mereka. Genre film dance yang diangkat kedalam format 3D baru film Step Up 3D ini saja, sehingga membuat film Step Up ketiga ini sangat dinanti oleh banyak kalangan pencinta film dance.

Film ini berkisah tentang Moose ( tokoh dari film Step Up 2 to the Street, diperankan oleh Adam Sevani ) dan juga Camille Cage ( tokoh dari film Step Up, diperankan oleh Alyson Stoner ) yang berkuliah di New York University. Moose mengambil jurusan electrical engineering dan berjanji kepada sang ibu agar tidak akan pernah melakukan dance lagi. Namun, apa daya, hasrat dan keinginan dance yang kental membuatnya selalu rindu untuk nge-dance dimanapun. Hingga akhirnya, Moose bertemu dengan seorang pemuda bernama Luke ( Malambri ) yang mengajaknya bergabung dengan club dance-nya, The House of Pirates. Moose pun akhirnya terseret kembali ke dalam dunia pertarungan dance antar kelompok setelah dirinya ikut terlibat dengan Luke dan kelompoknya, hingga akhirnya mereka harus menghadapi saingan mereka, yaitu klub dance bernama House of Samurai. Persaingan kedua kelompok dance tersebut akhirnya terjadi pada pertarungan dance paling akbar, yaitu The World Jam Dance Competition. Namun, banyak rintangan yang dihadapi oleh Luke dan juga Moose, hingga akhirnya bisa memecah belah keutuhan kelompok ini. Lalu, bagaimana akhir dari film ini? Apakah House of Pirates mampu mengalahkan House of Samurai dalam pertandingan dance sejagad tersebut?

Film Step Up 3D ini kembali disutradarai oleh Jon Chu, sutradara dari film Step Up 2 the Streets. Pengarahannya yang memang lebih mengena di hati anak muda dengan sinematografi yang menarik dan pas di mata anak muda serta koreografi dance yang lebih stylish membuat Summit Entertainment mempercayakan film Step Up 3 ini untuk diarahkan olehnya ketimbang sutradara film Step Up yang pertama, Anne Fletcher. Selain itu, faktor bahwa Step Up 2 the Street lebih sukses dan lebih laku ketimbang Step Up pertama juga membuat Summit lebih rela untuk menyerahkan project prestisius ini ke tangan Chu. Bonusnya lagi, Summit pun memberikan pilihan bagi Jon untuk menjadikan film ini sebagai film dance pertama dengan format film 3D.

Untuk urusan pemilihan pemain, Chu tidak perlu terlalu repot untuk mengurusnya. Dengan mempergunakan dance campaign berupa reality show bernama So you Think You Can Dance, dimana semua orang di Amerika yang merasa memiliki bakat nge-dance yang keren dan berani untuk unjuk kebolehannya di depan kamera dipersilahkan untuk saling berkompetisi memperagakan gerakan dance mereka kepada para penonton di Amerika. Campaign ini tergolong efektif dalam hal pengumpulan dancer yang nantinya akan muncul di di film Step Up 3D ini akibat membeludaknya peminat campaign yang satu ini. Untuk tokoh utamanya, Chu masih mempercayakan Adam Sevani sebagai pemeran tokoh Moose serta Alyson Stoner sebagai pemeran tokoh Camille. Selain itu, dipilihlah juga Rick Malambri sebagai tokoh dancer berkharisma bernama Luke dan juga aktris cantik Sharni Vinson sebagai pemeran Natalie, kekasih Luke yang memiliki rahasia tersendiri. Fanbase film ini yang sudah banyak, ditambah sudah kenalnya penonton dwilogy film Step Up dengan tokoh Moose dan Camille plus tambahan casting ganteng aktor Rick Malambry serta aktris cantik sexy Sharni Vinson, dan juga promosi penggunaan 3D dalam film ini memuat daya jual film ini begitu menarik di mata penonton, khususnya anak muda penggemar film bertema dance, serta tentunya, fans berat dwilogy film Step Up di seluruh dunia.

Namun, hati – hati. Penggunaan 3D akhir – akhir ini semakin diselewengkan serta dinodai oleh banyak pihak yang tidak bertanggung jawab dengan cara mennggunakan embel – embel 3D sebagai promosi filmnya, namun ternyata hasil 3D hancur amburadul. Dengan demikian, penonton bisa saja tertipu dan malas untuk menyaksikan film – film yang diberi embel – embel 3D. Apakah Step Up 3D juga akan menjadi film dengan hasil 3D yang buruk? Semoga saja tidak. Selain itu, faktor kebosanan penonton terhadap cerita filmnya yang itu – itu saja bisa membuat penonton serta fans Step Up malas untuk menyaksikan kembali film lanjutannya di bioskop. Memang koreografi dance boleh makin hari makin keren. Namun, ada baiknya sektor cerita juga diperhatikan, agar ada sebuah variasi menarik dimana penonton bisa mendapatkan kepuasan ganda : koreografi dance yang keren, serta tentunya cerita yang menarik, berbeda, dan mampu memikat semua kalangan, tak hanya khusus untuk kalangan penggemar film dance saja. Dan kekurangan terakhir film ini adalah, jadwal edarnya yang tergolong terlambat sekali. Beda 2 bulan dai jadwal rilis di Amerika bisa membuat penonton malas dan bosan menunggu kehadiran Step Up 3D di bioskop serta lebih memilih untuk menyaksikannya di DVD saja.

Overall, film Step Up 3D adalah sebuah film yang cukup ditunggu oleh kalangan pecinta film bergenre dance dan juga fans berat dwilogy Step Up. Kelihatannya faktor cerita bukanlah sebuah hal yang perlu dipikirkan oleh pencipta film ini, namun lebih ke arah faktor special efek serta koreografi dance nya saja yang lebih ditingkatkan dan lebih dibuat kreatif. Yah, mari kita berharap saja agar filmnya tidak menampilkan efek 3D yang jelek, murahan, dan membuat penonton tertipu serta jengkel. Namun apapun penilaian finalnya nanti, film Step Up 3D minimal harus diberi sedikit apresiasi akibat keberaniannya untuk menggunakan teknologi 3D dalam film bergenre dance. So, bagi anda yang memang butuh film ringan dengan pace yang cepat, menarik, dan juga penuh dengan hingar bingar musik yang menghentak dan juga koreografi dance yang keren, atau memang anda penggemar berat dwilogy film Step Up atau fans berat film – film bertema dance, maka film Step Up 3D bisa menjadi pilihan untuk anda tonton minggu ini. Akhir kata, selamat menonton, and, KEEP DANCING, FELLAS!!!

Copyright : Alexander ”Ajay” Dennis

Trailer :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar